Korupsi, Eks Menteri Kereta Api China "Dihukum Mati"

Kompas.com - 08/07/2013, 17:13 WIB
Mantan Menteri Perkeretaapian China, Liu Zhijun, dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan dua tahun setelah terbukti menerima suap dan menyalahgunakan wewenang. CCTV/THE STARMantan Menteri Perkeretaapian China, Liu Zhijun, dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan dua tahun setelah terbukti menerima suap dan menyalahgunakan wewenang.
EditorErvan Hardoko
BEIJING, KOMPAS.com — Pengadilan China, Senin (8/7/2013), menjatuhkan hukuman mati dengan penangguhan kepada mantan Menteri Perkeretaapian China, Liu Zhijun, karena terbukti melakukan korupsi.

Kantor berita China, Xinhua, mengabarkan, Liu Zhijun mendapatkan "hukuman mati dengan penangguhan selama dua tahun" karena terlibat suap dan penyalahgunaan wewenang.

Menurut hukum China, hukuman mati dengan penangguhan dua tahun berarti terdakwa akan benar-benar dihukum mati jika dalam kurun waktu dua tahun itu dia melakukan kejahatan yang sama.

Dalam praktiknya, hukuman mati dengan penangguhan ini biasanya sama dengan hukuman penjara seumur hidup.

Kasus suap yang melibatkan Liu Zhijun menarik banyak perhatian ketika terbongkar. Namun, kasusnya "kalah terkenal" dibanding kasus yang membelit salah seorang tokoh senior partai komunis, Bo Xilai.

Liu Zhijun adalah pejabat tertinggi yang dijatuhi hukuman karena korupsi sejak Presiden Xi Jinping berkuasa di China, meski kasus Liu ini terjadi sebelum Xi menjadi presiden.

Liu Zhijun (60) resmi didakwa menerima suap dan menyalahgunakan wewenang pada April lalu yang menyebabkan kerugian negara yang cukup besar.

Selama menjabat, menurut Xinhua, Liu menggunakan wewenangnya untuk memberikan kontrak kerja kepada 11 orang. Sebagai balasannya, Liu mendapatkan uang sebesar 10,53 juta dollar AS antara 1986 hingga 2011.

Liu dipecat dari jabatannya pada Februari lalu dan kemudian dikeluarkan dari Partai Komunis China.

Selama enam tahun, Liu sukses mempertahankan kementeriannya yang akan digabung di bawah kementerian perhubungan. Namun, pada Maret lalu, Pemerintah China memutuskan kedua kementerian itu digabungkan.

Pada awal Juni, Liu mulai diadili dengan pengawalan ketat di Pengadilan Beijing.



Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X