Kompas.com - 08/07/2013, 15:38 WIB
Bangkai pesawat Boeing 777 milik Asiana Airlines teronggok di salah satu sudut bandara internasional San Francisco, sementara para petugas melakukan investigasi. Josh Edelson / AFPBangkai pesawat Boeing 777 milik Asiana Airlines teronggok di salah satu sudut bandara internasional San Francisco, sementara para petugas melakukan investigasi.
EditorErvan Hardoko
SEOUL, KOMPAS.com — Manajemen Asiana Airlines, Senin (8/7/2013), mengatakan, pilot yang menerbangkan pesawat yang jatuh di San Francisco akhir pekan lalu masih menjalani pelatihan menerbangkan Boeing 777.

Lee Kang-kuk (43) baru memiliki 43 jam menerbangkan Boeing 777 meski dia adalah pilot berpengalaman dengan 9.000 jam terbang.

"Lee memang masih menjalani latihan menerbangkan Boeing 777. Namun, dia didampingi pelatih berpengalaman yang menjadi kopilotnya," ujar seorang Juru Bicara Asiana Airlines kepada AFP.

Kementerian Transportasi Korea Selatan mengatakan butuh waktu beberapa bulan untuk memastikan penyebab kecelakaan itu meski dalam penyelidikan awal menunjukkan ekor pesawat menghantam tembok penahan gelombang laut di ujung landasan.

"Kami belum bisa memastikan apalah kecelakaan ini disebabkan kesalahan pilot. Kesalahan pilot bisa dipastikan setelah semua data terkait kecelakaan dikumpulkan dan dianalisis," kata Kepala Biro Kebijakan Penerbangan Korea Selatan, Choi Jeong-ho.

Choi menambahkan, Asiana Airlines mengikuti semua peraturan internasional terkait pelatihan pilot-pilotnya.

Sebelumnya, manajemen Asiana menjelaskan, pesawat yang jatuh itu dibeli pada 2006 dan sudah menjalani perawatan kebocoran oli mesin pada bulan lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, CEO Asiana Airlines, Yoon Young-doo, pada Minggu (7/7/2013), membantah kemungkinan kerusakan mesin sebagai biang musibah yang menewaskan dua orang penumpang itu.

Kecelakaan di San Francisco itu merupakan insiden fatal pertama Asiana Airlines sejak Juni 1993 ketika sebuah Boeing 737 milik maskapai ini menabrak sebuah gunung di Korea Selatan dan menewaskan 68 orang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Sumber
    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kearifan Pilar Singa Ashoka

    Kearifan Pilar Singa Ashoka

    Internasional
    Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

    Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

    Internasional
    Amerika Meniru Indonesia?

    Amerika Meniru Indonesia?

    Internasional
    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Internasional
    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Internasional
    Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

    Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

    Internasional
    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Internasional
    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Internasional
    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Internasional
    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Internasional
    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    Internasional
    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Internasional
    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Internasional
    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Internasional
    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.