16 Pendukung Mursi Ditembak Mati Tentara Mesir

Kompas.com - 08/07/2013, 12:35 WIB
Seorang pendukung presiden terguling Muhammad Mursi memegang poster sang presiden di ibu kota Kairo, Aksi kekerasan di seluruh mesir pasca-tergulingnya Mursi sudang menewaskan 36 orang dan melukai ratusan orang lainnya. MAHMUD HAMS / AFPSeorang pendukung presiden terguling Muhammad Mursi memegang poster sang presiden di ibu kota Kairo, Aksi kekerasan di seluruh mesir pasca-tergulingnya Mursi sudang menewaskan 36 orang dan melukai ratusan orang lainnya.
EditorEgidius Patnistik
KAIRO, KOMPAS.COM — Pasukan keamanan Mesir menembak mati 16 aktivis pendukung Muhammad Mursi, Presiden Mesir yang terguling, Senin (8/7) pagi waktu setempat, kata Ikhwanul Muslimin, kelompok pendukung Mursi. Penembakan itu terjadi dalam sebuah aksi protes massa Ikhwanul di Kairo, ibu kota Mesir, yang menyerukan agar Mursi diaktifkan kembali.

"Enam belas orang tewas dan ratusan lainnya terluka. Banyak dari mereka dalam kondisi serius," kata juru bicara Ikhwanul, Ahmed Aref, kepada kantor berita AFP. Barikade polisi mencegah para jurnalis untuk mengakses daerah itu.

Sejumlah pengujuk rasa mengatakan bahwa para tentara dan polisi Mesir menggunakan senjata dan gas air mata untuk membubarkan aksi mereka di luar markas Garda Republik di Kairo. "Saya melihat dengan mata saya sendiri orang-orang yang mereka tembak," kata salah seorang pengunjuk rasa. Rekannya mengatakan, pasukan keamanan menembakkan peluru ke udara dan melemparkan beberapa granat gas air mata.

Hari Jumat di tempat yang sama, empat orang dari kelompok yang sama ditembak mati oleh tentara.

Ikhwanul Muslimin yang merupakan kelompok pendukung Mursi telah dimobilisasi secara massal di berbagai kawasan di Kairo dalam beberapa hari terakhir. Mereka bersumpah untuk membela Mursi yang digulingkan militer pada Rabu lalu setelah protes massa oposisi memintanya untuk turun dari kekuasaan.

Mursi adalah presiden Mesir pertama yang dipilih secara demokratis, tetapi kekuasaannya hanya berlangsung satu tahun. Dia antara lain dianggap gagal memulihkan ekonomi Mesir dan membiarkan Ikhwanul Muslimin berusaha menguasai semua level birokrasi di negara itu.

Baca tentang


    Sumber
    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kearifan Pilar Singa Ashoka

    Kearifan Pilar Singa Ashoka

    Internasional
    Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

    Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

    Internasional
    Amerika Meniru Indonesia?

    Amerika Meniru Indonesia?

    Internasional
    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Internasional
    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Internasional
    Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

    Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

    Internasional
    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Internasional
    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Internasional
    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Internasional
    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Internasional
    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    Internasional
    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Internasional
    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Internasional
    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Internasional
    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X