Kompas.com - 08/07/2013, 10:31 WIB
EditorEgidius Patnistik
Korban tewas akibat ledakan kereta api pengangkut minyak mentah di Lac-Megantic, Kanada, dikhawatirkan terus bertambah, setelah ditemukan dua mayat.

Sejauh ini kecelakaan yang menimbulkan ledakan keras itu telah menewaskan lima orang dan 40 orang masih dinyatakan hilang.

Perdana Menteri Kanada, Stephen Harper, yang berada di lokasi kejadian, mengatakan kawasan yang terdampak akibat ledakan itu mirip zona perang.

Ledakan yang terjadi pada Sabtu (06/07) telah mengakibatkan munculnya bola api dan asap hitam tebal di udara.

Akibat ledakan itu puluhan bangunan mengalami kerusakan dan sekitar 2.000 orang harus dievakuasi.

"Sulit menjelaskan apa yang terjadi di sini ... sebagian besar kawasan kota yang berada di bawah telah hancur," kata Harper, setelah meninjau Kota Lac-Megantic.

Dia mengatakan, sekitar 30 bangunan yang terletak di kawasan bersejarah Kota Lac-Megantic telah terbakar. Lac-Megantic terletak di kawasan timur Kanada, sekitar 250km dari Montreal.

Dinyatakan hilang

Harper berjanji melakukan penyelidikan sampai tuntas, namun dia menandaskan masih terlalu dini untuk mencari siapa yang harus disalahkan dari kejadian ini.

"Penyelidikan akan digelar untuk memastikan apa yang terjadi, dan memastikan ini tidak akan terjadi lagi," kata Harper.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.