Kompas.com - 07/07/2013, 22:04 WIB
Foto udara ini menunjukkan sisa badan pesawat Boeing 777 milik Asiana Airlines yang jatuh di bandara internasional San Francisco, AS. EZRA SHAW / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFPFoto udara ini menunjukkan sisa badan pesawat Boeing 777 milik Asiana Airlines yang jatuh di bandara internasional San Francisco, AS.
EditorLaksono Hari Wiwoho


SAN FRANSISCO, KOMPAS.com
 — Kecelakaan pesawat Boeing 777-200 milik maskapai Asiana Airlines di Bandara Internasional San Fransisco, Amerika Serikat (AS), Sabtu (6/7/2013) waktu setempat, tidak disebabkan oleh persoalan mekanis.

"Kami membeli pesawat ini pada Maret 2006. Saat ini, yang kami ketahui adalah tidak ada masalah yang disebabkan oleh 777-200 ataupun mesinnya," ujar CEO Asiana Yoon Young-doo dalam jumpa pers di kantor pusat Asiana, Minggu.

Young-doo mengatakan, awak pesawat meminta penumpang mengenakan sabuk pengaman ketika akan mendarat, tetapi tidak ada peringatan darurat sebelum pesawat itu mengalami kecelakaan. Ia juga menyatakan bahwa pilot yang mengemudikan pesawat itu mengantongi 10.000 jam terbang.

"Pilot kami ketat mematuhi aturan penerbangan," tuturnya.

Dua korban yang tewas dalam kejadian itu. Korban adalah warga asal China dan duduk di bagian belakang pesawat.

"Saya meminta maaf dengan perasaan terdalam. Kami akan melakukan upaya terbaik untuk mengatasi tragedi tersebut," ujarnya.

Secara terpisah, Kementerian Transportasi Korea Selatan mengatakan, kedua korban tewas kelahiran 1996 dan 1997.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pesawat yang terbang dari Shanghai, China, itu membawa 291 penumpang dan 16 kru. Penumpang terdiri dari 141 warga China, 77 warga Korsel, 61 warga Amerika Serikat, dan satu orang asal Jepang. Maskapai tersebut tak menyebutkan kewarganegaraan penumpang lain.

Asisten Deputi Pemadam Kebakaran San Fransisco Dale Carnes mengatakan, sebanyak 49 orang mengalami cedera serius dan dirawat di rumah sakit. Sebanyak 132 orang lainnya mengalami luka sedang maupun ringan.

Juru bicara RS Umum San Francisco, Rachael Kagan, mengatakan bahwa lima orang penumpang dalam kondisi kritis dan dirawat di RS tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Sumber Reuters
    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kearifan Pilar Singa Ashoka

    Kearifan Pilar Singa Ashoka

    Internasional
    Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

    Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

    Internasional
    Amerika Meniru Indonesia?

    Amerika Meniru Indonesia?

    Internasional
    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Internasional
    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Internasional
    Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

    Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

    Internasional
    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Internasional
    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Internasional
    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Internasional
    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Internasional
    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    Internasional
    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Internasional
    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Internasional
    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Internasional
    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.