Kompas.com - 07/07/2013, 00:25 WIB
Foto ini diambil dari tayangan video yang menampilkan pemimpin kelompok militan Nigeria, Boko Haram, Abubakar Shekou yang mengklaim bertanggung jawab atas dua serangan paling berdarah terakhir di Nigeria. HO / BOKO HARAM / AFPFoto ini diambil dari tayangan video yang menampilkan pemimpin kelompok militan Nigeria, Boko Haram, Abubakar Shekou yang mengklaim bertanggung jawab atas dua serangan paling berdarah terakhir di Nigeria.
EditorErvan Hardoko

ABUJA, KOMPAS.com — Sedikitnya 42 orang pelajar dan seorang guru tewas dalam serangan subuh di sebuah sekolah di Nigeria timur laut yang diduga dilakukan kelompok militan Islam, Sabtu (6/7/2013).

Sejumlah saksi mata mengatakan, beberapa korban dalam serangan di kota Mamudo, negara bagian Yobe, tewas setelah dibakar hidup-hidup. Sementara siswa dari asrama sekolah yang mencoba melarikan diri ditembaki.

Yobe merupakan salah satu dari tiga negara bagian yang dinyatakan Presiden Goodluck Jonathan dalam keadaan darurat pada Mei lalu.

Pemerintah juga sudah mengerahkan ribuan pasukan ke tiga kawasan darurat tersebut.

Para korban yang selamat dari serangan mengatakan kelompok militan yang menyerang mereka datang dengan membawa kaleng minyak dan membakar sekolah.

Wartawan BBC di Lagos, Will Ross, melaporkan kawasan Yobe merupakan salah satu sasaran yang sering diserang kelompok militan Boko Haram

Belum lumpuh

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam memperjuangkan tujuannya untuk mendirikan negara Islam di Nigeria, Boko Haram antara lain sudah membakar puluhan sekolah dalam waktu sekitar tiga tahun belakangan.

Diperkirakan lebih dari 600 orang tewas akibat serangan Boko Haram sejak tahun 2012.

Militer Nigeria mengatakan sudah berhasil mengendalikan tiga negara bagian yang dinyatakan dalam keadaan darurat.

Pekan ketiga Mei, mereka mengatakan telah menghancurkan sejumlah kamp kelompok militan Boko Haram yang digunakan untuk mengkoordinasikan serangan.

Namun, operasi militer dengan bantuan pesawat dan helikopter tempur tampaknya belum berhasil sepenuhnya melumpuhkan Boko Haram walau hal itu "mengusir" mereka untuk berlindung ke kawasan pegunungan.

Dari tempat persembunyian, para militan tetap melakukan serangan dengan sasaran penduduk sipil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.