Kompas.com - 05/07/2013, 13:30 WIB
Seekor orangutan di kebun binatang Dortmund sebelum menentukan pilihannya atas jersey Dortmund dan Bayern Muenchen. Hal tersebut dimaksudkan untuk menentukan siapa pemenang Liga Champions musim 2012-13. AFPSeekor orangutan di kebun binatang Dortmund sebelum menentukan pilihannya atas jersey Dortmund dan Bayern Muenchen. Hal tersebut dimaksudkan untuk menentukan siapa pemenang Liga Champions musim 2012-13.
EditorEgidius Patnistik
KUALA LUMPUR, KOMPAS.COM — Seekor orangutan yang obesitas dimasukkan dalam program diet ketat oleh otoritas satwa liar Malaysia setelah dua dekade sering memakan junk food yang diberikan para turis, kata sebuah laporan Jumat (5/7/2013).

Jackie, nama orangutan itu, dilaporkan beratnya mencapai 100 kilogram. Berat sebanyak itu sama dengan dua kali berat normal seekor orangutan betina di habitat aslinya di hutan Kalimantan.

Primata berusia 22 tahun itu dipindahkan tiga bulan lalu oleh departemen satwa liar di negara bagian Sabah, yang terletak di Kalimantan timur laut, karena pengunjung Taman Hutan Poring, tempat Jackie berada, terus memberinya makan.

Laurentius Ambu, direktur departemen satwa liar itu, mengatakan bahwa keakraban Jackie dengan para manusia yang menjaganya membuat binatang itu mencari turis di daerah khusus untuk pengunjung di taman nasional tersebut. "Saya senang bahwa Jackie merupakan orangutan yang jauh lebih bahagia sekarang," kata Ambu seperti dikutip harian The Star.

Para pejabat tidak bisa segera dihubungi untuk memberikan komentar, tetapi Ambu dilaporkan mengatakan bahwa program penurunan berat badan Jackie akan "memakan waktu". Diet baru primata itu dikatakan mencakup sayuran berdaun dan buah.

Para ahli percaya bahwa sekitar 50.000 sampai 60.000 ekor orangutan masih tersisa di alam liar. Dari jumlah itu, 80 persen berada di Indonesia dan sisanya di Malaysia.

Orangutan menghadapi bahaya kepunahan akibat perburuan dan perusakan cepat hutan yang merupakan habitatnya. Perusakan hutan itu sebagian besar didorong oleh pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit dan tanaman untuk bahan baku kertas.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X