Kompas.com - 05/07/2013, 06:40 WIB
Warga mengibarkan bendera Mesir saat kembang api dilontarkan oleh kubu oposisi yang merayakan kejatuhan Presiden Mesir Muhammad Mursi, di Alun-alun Tahrir, Rabu (3/7/2013). Militer mengambil alih kekuasaan, dengan menyatakan penangguhan konstitusi, menunjuk pemimpin sementara, dan berjanji menjadwalkan segera pemilu Mesir. AP PHOTO / AMR NABILWarga mengibarkan bendera Mesir saat kembang api dilontarkan oleh kubu oposisi yang merayakan kejatuhan Presiden Mesir Muhammad Mursi, di Alun-alun Tahrir, Rabu (3/7/2013). Militer mengambil alih kekuasaan, dengan menyatakan penangguhan konstitusi, menunjuk pemimpin sementara, dan berjanji menjadwalkan segera pemilu Mesir.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
KAIRO, KOMPAS.com — Militer Mesir, Kamis (4/7/2013), meminta tidak ada balas dendam antarkelompok yang sebelumnya berseberangan dalam krisis politik negeri itu. Tetapi, pada saat bersamaan, penangkapan terhadap pimpinan Ikhwanul Muslimin, kelompok yang mendukung presiden terguling Mesir, terus berlanjut. Bahkan, sebuah investigasi dengan tuduhan penghasutan dan pembunuhan disebut tengah dijalankan.

Nilai-nilai Mesir, ujar pernyataan dari Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata, tidak memungkinkan perilaku sombong ataupun pembalasan dendam. Dilansir melalui laman Facebook, pernyataan itu keluar sehari setelah militer menggulingkan Presiden Muhammad Mursi yang adalah presiden pertama Mesir yang dipilih secara demokratis melalui pemilu.

Sementara bersamaan dengan pernyataan itu, otoritas keamanan Mesir terus menangkap para pimpinan Ikhwanul Muslimin. Kejaksaan Mesir, Kamis, membuka investigasi yang menuduh Mursi dan para petinggi Ikhwanul Muslimin telah menghasut aksi kekerasan dan pembunuhan terhadap demonstran dari kubu oposisi.

Jaksa penuntut, Jenderal Abdel Mahmoud Maquid, mengeluarkan perintah mencegah Mursi dan 35 orang lain dari Ikhwanul Muslimin meninggalkan Mesir selama penyelidikan tuduhan ini bergulir, seperti dikutip dari media lokal. Kabar soal investigasi tersebut mencuat di tengah penangkapan para pimpinan Ikhwanul Muslimin yang mendukung Mursi, sekaligus sebagai upaya membungkam informasi dan komunikasi kubu Mursi.

Sementara Juru Bicara Ikhwanul Muslimin Gehad El-Haddad mengatakan kepada CNN bahwa Mursi semula menjalani tahanan rumah di kantor pusat Garda Republik di Kairo. Tetapi, kemudian, kata dia, Mursi dipindahkan ke Departemen Pertahanan. Otoritas militer Mesir belum juga mengeluarkan pernyataan tentang lokasi keberadaan Mursi saat ini.

Penangkapan terus berlangsung

Kabar dari MENA dan EgyNews soal investigasi itu bertentangan dengan rumor bahwa Mursi telah menolak tawaran Angkatan Bersenjata Mesir untuk meninggalkan Mesir menuju Qatar, Turki, atau Yaman. Surat kabar Al-Ahram yang dikelola pemerintah, Kamis, menulis Mursi tidak akan pernah mundur dengan sukarela.

Pidato Mursi, Rabu (3/7/2013) malam waktu setempat, beberapa saat sebelum militer mengambil alih kekuasaan, disebut media pemerintah ini sebagai "tantangan mencolok kepada otoritas (militer)" sekaligus sebagai "deklarasi konfrontasi".

El-Haddad dalam sebuah wawancara di Kairo mengatakan, penangkapan terhadap para pemimpin Ikhwanul Muslimin merupakan "upaya yang dipertanyakan untuk membongkar ikhwan". Dia pun menegaskan pengambilalihan kekuasaan oleh militer ini adalah kudeta untuk mendirikan rezim baru yang menindas dari rezim lama dengan "wajah yang dicat putih".

Mantan pemimpin Ikhwanul Muslimin, Mahdi Aakef, dan pengawalnya ditangkap Kamis, di Kairo. MENA mengutip sumber-sumber keamanan setempat. Nile TV melaporkan pula bahwa pemimpin tertinggi Ikhwanul Muslimin, Mohamed Badei, telah ditangkap bersama Mahdi Akef. Mahdi ditangkap dengan tuduhan menghasut untuk membunuh, seperti dikutip oleh Al-Ahram.

Saat ini, kepolisian Mesir sedang mengejar 300 anggota lain Ikhwanul Muslimin. Masih dikutip dari Al-Ahram, otoritas keamanan juga sudah menutup paksa Misr25, stasiun televisi yang dituding pro-Mursi dan Ikhwanul Muslimin, termasuk penangkapan beberapa wartawannya.

Baca tentang


    Sumber CNN.com
    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kearifan Pilar Singa Ashoka

    Kearifan Pilar Singa Ashoka

    Internasional
    Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

    Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

    Internasional
    Amerika Meniru Indonesia?

    Amerika Meniru Indonesia?

    Internasional
    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Internasional
    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Internasional
    Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

    Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

    Internasional
    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Internasional
    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Internasional
    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Internasional
    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Internasional
    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    Internasional
    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Internasional
    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Internasional
    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Internasional
    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X