Kompas.com - 04/07/2013, 20:36 WIB
Tentara Mesir berpatroli di luar Universitas Kairo setelah militer mengambil alih kekuasaan Presiden Muhammad Mursi, Rabu (3/7/2013). AFP PHOTO/MOHAMED EL-SHAHEDTentara Mesir berpatroli di luar Universitas Kairo setelah militer mengambil alih kekuasaan Presiden Muhammad Mursi, Rabu (3/7/2013).
EditorErvan Hardoko
ANKARA, KOMPAS.com - Pemerintah Turki, Kamis (4/7/2013), mengatakan intervensi militer Mesir yang menyebabkan tergulingnya Muhammad Mursi dari jabatannya tidak merefleksikan keinginan rakyat dan menyerukan agar Mesir kembali ke demokrasi.

Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa di Mesir, yang baru saja mengalami beratnya menghadapi protes warga, memiliki hubungan yang relatif baik dengan Muhammad Mursi dan Ikhwanul Muslimin.

"Pergantian kekuasaan di Mesir bukan merupakan keinginan rakyat. Pergantian kekuasaan di Mesir tidak sesuai dengan demokrasi dan undang-undang," kata Wakil PM Turki, Bekir Bozdag di Ankara.

"Di semua negara demokratis, satu-satunya jalan menuju kekuasaan adalah lewat pemilihan umum," tambah Bozdag.

Bozdag menambahkan, bagi yang mempercayai demokrasi seharusnya menentang perubahan kekuasaan yang terjadi di Mesir.

"Situasi yang tak bisa diterima masyarakat yang demokratis telah muncul di Mesir," ujar Bozdag.

"Kami berharap Mesir kembali ke demokrasi sehingga keinginan rakyat bisa kembali ditegakkan," Bozdag menegaskan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davotoglu di Istanbul menyatakan disingkirkannya seorang pemimpin yang terpilih secara demokratis melalui cara yang ilegal, sangat tidak bisa diterima.

"Intervensi (militer) ini seharusnya tidak menutupi hasil yang diperoleh rakyat Mesir dari revolusi 25 Januari," ujar Davutoglu.

Davutoglu juga menyerukan agar Mesir segera membebaskan para pemimpin politik yang kini ditahan.

Aparat keamanan Mesir sudah mulai menangkapi tokoh-tokoh utama Ikhwanul Muslimin, dan media pemerintah Mesir menyebut 300 surat perintah penangkapan sudah diterbitkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Sumber
    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kearifan Pilar Singa Ashoka

    Kearifan Pilar Singa Ashoka

    Internasional
    Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

    Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

    Internasional
    Amerika Meniru Indonesia?

    Amerika Meniru Indonesia?

    Internasional
    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Internasional
    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Internasional
    Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

    Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

    Internasional
    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Internasional
    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Internasional
    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Internasional
    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Internasional
    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    Internasional
    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Internasional
    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Internasional
    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Internasional
    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.