Kompas.com - 04/07/2013, 09:57 WIB
Warga mengibarkan bendera Mesir saat kembang api dilontarkan oleh kubu oposisi yang merayakan kejatuhan Presiden Mesir Muhammad Mursi, di Alun-alun Tahrir, Rabu (3/7/2013). Militer mengambil alih kekuasaan, dengan menyatakan penangguhan konstitusi, menunjuk pemimpin sementara, dan berjanji menjadwalkan segera pemilu Mesir. AP PHOTO / AMR NABILWarga mengibarkan bendera Mesir saat kembang api dilontarkan oleh kubu oposisi yang merayakan kejatuhan Presiden Mesir Muhammad Mursi, di Alun-alun Tahrir, Rabu (3/7/2013). Militer mengambil alih kekuasaan, dengan menyatakan penangguhan konstitusi, menunjuk pemimpin sementara, dan berjanji menjadwalkan segera pemilu Mesir.
EditorEgidius Patnistik

PARIS, KOMPAS.COM —
Negara-negara Barat menyerukan semua pihak di Mesir untuk menahan diri dan cepat kembali ke demokrasi setelah militer menggulingkan Presiden Muhammad Mursi yang Islamis, Rabu (3/7/2013). Laporan yang berkembang menyebutkan, setelah digulingkan, Mursi dan para pembantu utamanya telah ditahan pihak militer dalam tahanan rumah.

Militer Mesir berkeras bahwa tindakannya itu merupakan tanggapan terhadap demonstrasi besar-besaran yang menuntut penggulingan Mursi. Tentara menggulingkan Mursi setelah seminggu terjadi pertumpahan darah yang menewaskan hampir 50 orang saat jutaan rakyat negara itu turun ke jalan untuk menuntut diakhirinya satu tahun pemerintahan Mursi yang bergejolak. Adly Mansour, Ketua MA, pun telah diangkat sebagai presiden interim.

Namun, Barat menyatakan kegelisahan atas fakta bahwa pemimpin pertama Mesir yang terpilih secara demokratis itu telah digulingkan setahun setelah ia merebut kekuasaan.

Presiden AS Barack Obama mengatakan ia "sangat prihatin" atas penggulingan Mursi dan mendesak Mesir untuk cepat kembali ke pemerintahan sipil yang dipilih oleh rakyat. "Kami percaya bahwa pada akhirnya masa depan Mesir hanya dapat ditentukan oleh rakyat Mesir," kata Obama dalam sebuah pernyataan setelah sebuah pembicaraan darurat di Gedung Putih dengan pembantu utamanya. "Namun, kami sangat prihatin dengan keputusan Angkatan Bersenjata Mesir yang menyingkirkan Presiden Mursi dan menangguhkan konstitusi Mesir."

Sebagai reaksi lanjutan, Obama mengatakan telah memerintahkan untuk meninjau implikasi hukum bagi bantuan AS ke Mesir setelah militer menjatuhkan pemimpin yang terpilih itu. Mei lalu, Washington memperbaharui bantuan tahunan senilai 1,3 miliar dollar kepada Mesir.

Sementara itu, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton mengecam pertumpahan darah itu dan menyerukan untuk segera kembali ke demokrasi. "Saya mendesak semua pihak untuk cepat kembali ke proses demokrasi, termasuk penyelenggaraan pemilihan presiden dan parlemen yang bebas dan adil serta persetujuan akan sebuah konstitusi," katanya.

Dia menyatakan harapannya bahwa pemerintahan transisi yang diumumkan oleh rezim baru harus sepenuhnya inklusif dan bahwa hak asasi manusia dan penegakan hukum harus dihormati. "Saya mengecam semua tindakan kekerasan, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, dan mendesak aparat keamanan untuk melakukan segala daya mereka guna melindungi kehidupan dan kesejahteraan warga Mesir," kata Ashton.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Inggris juga menyatakan kekhawatiran atas perkembangan terbaru itu. "Situasi ini jelas berbahaya dan kami menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan menghindari kekerasan," kata Menteri Luar Negeri William Hague. "Inggris tidak mendukung intervensi militer sebagai cara untuk menyelesaikan sengketa dalam sistem demokrasi," kata Hague dalam sebuah pernyataan. Ia menyerukan "pemilu lebih awal dan adil di mana semua pihak dapat ambil bagian, dan pemerintahan yang dipimpin oleh sipil."

Namun Raja Saudi, Abdullah, hari Rabu, memuji intervensi militer dan mengucapkan selamat kepada presiden sementara, Mansour. "Kami memohon kepada Allah untuk membantu Anda memikul tanggung jawab demi mencapai harapan saudara-saudara kami di Mesir," kata Abdullah dalam pesannya.

Klik juga foto-foto ukuran besar tentang "Presiden Mesir Digulingkan" di sini.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Sumber
    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kearifan Pilar Singa Ashoka

    Kearifan Pilar Singa Ashoka

    Internasional
    Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

    Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

    Internasional
    Amerika Meniru Indonesia?

    Amerika Meniru Indonesia?

    Internasional
    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Internasional
    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Internasional
    Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

    Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

    Internasional
    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Internasional
    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Internasional
    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Internasional
    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Internasional
    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    Internasional
    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Internasional
    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Internasional
    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Internasional
    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.