Jepang Protes Anjungan Minyak China di Wilayah Sengketa

Kompas.com - 03/07/2013, 18:54 WIB
Foto ini diambil pasukan penjaga pantai Jepang pada 27 Juni lalu, saat sebuah kapal pengintai China berlayar di perairan yang menjadi perebutan kedua negara. JAPAN COAST GUARD / AFPFoto ini diambil pasukan penjaga pantai Jepang pada 27 Juni lalu, saat sebuah kapal pengintai China berlayar di perairan yang menjadi perebutan kedua negara.
EditorErvan Hardoko

TOKYO, KOMPAS.com - Pemerintah Jepang, Rabu (3/7/2013), menyampaikan protes kepada pemerintah China atas pembangunan anjungan pengeboran di dekat ladang minyak yang diperebutkan di Laut China Timur.

Menteri Sekretaris Negara Jepang Yoshihiko Suga mengatakan China membangun pelataran anjungan pengeboran sekitar 26 kilometer ke arah barat wilayah China dari garis median antara kedua negara.

"Kami tetap memegang pendirian bahwa kita tidak dapat menerima pembangunan sepihak yang dilakukan China di wilayah ini," kata Suga seperti dikutip kantor berita AFP.

Alasannya, kata Suga, Jepang dan China saling mengklaim wilayah itu sementara penentuan dengan tepat batas antara kedua negara belum disepakati. Jepang menganggap garis median sebagai garis pembatas yang sesuai, tetapi China tidak setuju.

Pembangunan anjungan pengeboran memang terletak di dalam garis median China, tetapi Jepang khawatir hal itu akan memungkinkan China menyedot gas dari dalam wilayah Jepang.

"Kita telah menyampaikan keprihatinan mendalam kepada China tentang aktivitas kapal derek. Melalui jalur diplomatik, kita mengatakan kita tidak dapat menerima hal itu," tegas Yoshihiko Suga.

Sejauh ini, lanjutnya, China belum memberikan tanggapan.

Pada 2008 kedua negara sepakat bahwa perusahaan-perusahaan Jepang akan diizinkan untuk menanamkan modal dalam proyek pembangunan ladang gas, setelah China memulai proyek.

Tetapi kemajuan kerja sama ini menemui jalan buntu di tengah ketegangan sengketa wilayah.

Sebelumnya Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe memperingatkan bahwa Jepang akan menggunakan kekuatan militer terhadap kapal-kapal China bila mendarat di kepulauan yang diperebutkan kedua negara.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X