Kompas.com - 03/07/2013, 18:08 WIB
Hassan Rohani adalah perunding masalah nuklir Iran di masa pemerintahan Presiden Mohammad Khatami. Nama Rohani kemungkinan besar akan dicoret dari daftar kandidat presiden yang akan berlaga dalam pemilihan presiden 14 Juni mendatang karena dianggap mengungkap rahasia nuklir Iran. AFPHassan Rohani adalah perunding masalah nuklir Iran di masa pemerintahan Presiden Mohammad Khatami. Nama Rohani kemungkinan besar akan dicoret dari daftar kandidat presiden yang akan berlaga dalam pemilihan presiden 14 Juni mendatang karena dianggap mengungkap rahasia nuklir Iran.
EditorErvan Hardoko

TEHERAN, KOMPAS.com — Presiden terpilih Iran, Hassan Rohani, kerap disebut memiliki pandangan progresif soal gaya busana muslim dan kebebasan berekspresi.

Dalam wawancara dengan majalah pemuda terbitan Iran, Chelcheragh, Rohani mengungkapkan pandangannya soal kebebasan mengakses internet dan cara berbusana perempuan Muslim.

Rohani menyatakan dirinya menentang kelompok orang yang melarang perempuan mengenakan pakaian yang lebih bebas.

"Perempuan yang tak mengenakan jilbab belum tentu bermoral rendah," kata Rohani.

"Jika seorang perempuan atau laki-laki tidak sesuai dengan aturan cara berpakaian kita, itu tidak terkait langsung dengan kualitas moral mereka," kata Rohani.

"Dalam pandangan saya, banyak perempuan Iran bermoral baik menentang penggunaan jilbab. Penilaian kita harus kepada moral dan perilaku," ulama berusia 64 tahun itu menegaskan.

Kini, "cap" sebagai reformis semakin melekat pada diri Rohani setelah menyatakan dia tak memiliki masalah dengan jejaring sosial Facebook.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rohani mengatakan, dia menyambut baik keberadaan jejaring sosial seperti Facebook di tengah masyarakat Iran.

Sejak 2005, sensor internet semakin meningkat di Iran sejak warga Iran melihat internet sebagai cara mudah mendapatkan informasi akibat aturan ketat yang mengikat media massa Iran.

Namun, jutaan warga Iran harus menggunakan layanan perangkat lunak antisensor jaringan virtual pribadi (VPN) untuk dapat mengakses internet, termasuk untuk mengakses Facebook dan Twitter.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Al Arabiya
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.