Indonesia Ikut Andil "Selamatkan" Para Pekerja Ilegal di Arab Saudi

Kompas.com - 03/07/2013, 17:29 WIB
Antrean para pekerja asing ilegal mengular di luar kantor imigrasi Arab Saudi di distrik Al-Khazan, Riyadh. Pemerintah Saudi memperpanjang tenggat waktu bagi para pekerja asing hingga 3 November mendatang untuk melengkapi surat-surat mereka. FAYEZ NURELDINE / AFPAntrean para pekerja asing ilegal mengular di luar kantor imigrasi Arab Saudi di distrik Al-Khazan, Riyadh. Pemerintah Saudi memperpanjang tenggat waktu bagi para pekerja asing hingga 3 November mendatang untuk melengkapi surat-surat mereka.
Penulis Sandro Gatra
|
EditorErvan Hardoko


JAKARTA, KOMPAS.com
- Pemerintah Arab Saudi memperpanjang masa pendaftaran program amnesti bagi seluruh pekerja asing termasuk warga negara Indonesia (WNI) yang tidak memiliki dokumen atau habis masa berlakunya. WNI di Arab Saudi dapat mendaftar hingga November 2013 .

"Kita punya waktu yang lebih luang," kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu ( 3/7/2013 ).

Marty mengatakan, keputusan pemerintah Arab Saudi itu setelah pemerintah Indonesia melakukan sejumlah lobi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menulis surat kepada Raja Arab Saudi. Ia juga berbicara dengan Menlu Arab Saudi.

Hingga saat ini, kata Marty, tercatat sekitar 80.000 WNI yang mendaftar melalui KJRI di Jeddah. Sebagian sudah kembali ke Indonesia. Khusus TKI, sekitar 6.000 orang mendaftar setiap hari.

Marty menambahkan, pihak imigrasi Arab Saudi hanya satu hari dalam satu pekan memproses dokumen WNI. Setiap pekan hanya mampu memproses 200 orang.

"Jadi kita perbantukan staf kita di imigrasi Arab Saudi supaya bisa mempercepat proses di imigrasi," ucap Marty.

Seperti diberitakan, proses pembuatan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) di KJRI Jeddah sempat rusuh. Dua orang tewas dalam peristiwa tersebut. Akhirnya, pemerintah mengirim staf ke Jeddah untuk membantu proses pendaftaran SPLP.

Akhir bulan lalu, Kementerian Tenaga Kerja Saudi mengatakan lebih dari 1,5 juta tenaga ilegal telah mendaftarkan diri untuk melegalkan status mereka.

Jumlah tenaga kerja asing di Arab Saudi mencapai sekitar sepertiga jumlah penduduk negara pengekspor minyak mentah terbesar tersebut.

Pada Selasa (2/7/2013), pemerintah Arab Saudi memperpanjang batas waktu pemberian amnesti kepada tenaga kerja ilegal hingga November mendatang.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menegaskan setelah 3 November, aparat negeri itu akan melakukan operasi untuk menahan tenaga kerja yang belum memiliki dokumen-dokumen resmi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X