Kompas.com - 02/07/2013, 22:16 WIB
EditorErvan Hardoko

KYIV, KOMPAS.com — Ratusan warga Ukraina, Selasa (2/7/2013), menyerbu sebuah kantor polisi di desa Vradiyivka, di kawasan Mykolayiv, setelah dua polisi diduga memukuli dan memerkosa seorang perempuan muda.

Berdasarkan tayangan televisi setempat, warga desa melemparkan batu dan botol ke kantor polisi itu sambil berteriak-teriak.

Serangan itu terjadi setelah pemerintah setempat menolak untuk menahan satu dari dua orang yang dituduh Iryna Krashkova (29) menculik dan memerkosanya di hutan pada pekan lalu.

Saat ini, Krashkova masih dirawat di rumah sakit karena mengalami retak tengkorak, luka di wajahnya, dan sejumlah memar di tubuhnya akibat pukulan.

Krashkova, warga Desa Vradiyivka yang terletak 200 kilometer dari kota Mykolayiv, sebelumnya menuduh dua polisi, yaitu Dmytro Polishchuk dan Yevhen Dryzhak, menyerang dan memerkosanya.

Namun, polisi menolak menahan Dryzhak dengan alasan Dryzhak sedang bertugas pada malam kejadian sehingga dia tak mungkin memerkosa Krashkova.

Seorang pengemudi taksi yang diduga membantu kedua polisi itu menculik Krashkova ke dalam hutan juga ditahan.

Kejadian ini membuat warga Ukraina terkejut. Bahkan, Presiden Viktor Yanukovych mengatakan, dia sudah memerintahkan kejaksaan agung untuk melakukan penyelidikan.

Menteri Dalam Negeri Ukraina Vitaly Zakharchenko langsung memecat kepala polisi setempat, termasuk atasannya di kota Mykolayiv.

Zakharchenko juga meminta kepolisian setempat untuk melakukan investigasi terkait penyerangan pos polisi itu.

Berbicara di hadapan parlemen, Zakharchenko mengakui, kasus ini mencoreng aparat penegak hukum di negeri bekas Uni Soviet berpenduduk 46 juta jiwa itu.

"Insiden ini sungguh memalukan. Sebuah kejadian yang mencoreng semua prestasi positif kepolisian," katanya.

Sementara itu, oposisi Ukraina menegaskan, segera membentuk sebuah komisi untuk menyelidiki kasus ini dan menyerukan agar pemerintah memecat Zakharchenko.

"Kami yakin Ukraina tak membutuhkan seorang menteri dalam negeri yang tak bisa mengendalikan pasukan kepolisian yang gemar menyiksa, memukuli, dan memerkosa warga Ukraina," kata seorang tokoh oposisi, Arseniy Yatsenyuk.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.