Diduga Mata-mata, 8 Warga Slovakia Ditahan Aparat Iran

Kompas.com - 01/07/2013, 21:24 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
EditorErvan Hardoko
TEHERAN, KOMPAS.com - Pemerintah Iran , Senin (1/7/2013), menahan delapan warga Slovakia yang diduga mengambil foto lokasi fasilitas nuklir Iran berada. Demikian jaksa senior Gholam Hossein Mohseni Ejeie menjelaskan.

"Aparat hukum Iran kini tengah memeriksa kedelapan warga negara Slovakia dan seorang warga Iran, dalam kasusu ini," kata Mohseni kepada kantor berita ISNA.

Dia menambahkan, sejumlah dakwaan dikenakan kepada kesembilan orang itu termasuk aktivitas ilegal seperti mengambil foto daerah terlarang di Provinsi Isfahan.

Isfahan yang berada di Iran tengah, sekitar 330 kilometer sebelah selatan Teheran, menjadi lokasi sejumlah fasilitas niklir Iran, termasuk fasilitas pengayaan uranium Natanz.

Mohseni menambahkan kedelapan orang itu juga ditahan karena menyelundupkan sebuah alat yang sudah dipisah-pisah menjadi beberapa bagian. Namun, Mohseni tidak menjelaskan alat seperti apa yang diselundupkan kedelapan orang itu.

Mohseni mengeluarkan pernyataannya ini setelah Pemerintah Slovakia mengatakan Iran telah menahan delapan warganya yang berstatus wisatawan.

Pada Minggu (30/6/2013), Menteri Luar Negeri Slovakia Miroslav Lajcak mengatakan kementeriannya mendapat informasi penahanan itu terjadi pada 22 Mei lalu dan sejak itu akses konsuler disediakan pemerintah Iran.

Harian terbitan Slovakia SME mengabarkan bahwa kedelapan warga Slovakia itu adalah para penerbang layang dan berada di Iran dalam sebuah kunjungan wisata.

Mereka ditahan aparat hukum Iran karena mengambil foto sejumlah fasilitas militer dari udara.



Sumber
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X