Kompas.com - 30/06/2013, 15:24 WIB
EditorEgidius Patnistik
Ketua Parlemen Eropa, Martin Schulz, menuntut "klarifikasi penuh" dari AS atas laporan bahwa bangunan-bangunan penting Uni Eropa di Amerika telah disadap.

Martin Schulz mengatakan jika hal itu benar, maka akan memiliki "dampak yang buruk" pada hubungan antara Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Laporan yang ditulis oleh majalah Der Spiegel di Jerman, mengutip dokumen rahasia 2010, menyatakan bahwa AS memata-matai kantor Uni Eropa di New York dan Washington.

Buronan mantan analis CIA, Edward Snowden, membocorkan dokumen tersebut, demikian tulis Der Spiegel. Snowden sendiri, sejak itu telah meminta suaka ke Ekuador.

Menurut dokumen —yang menurut Der Spiegel diperoleh dari NSA— AS memata-matai jaringan komputer internal Uni Eropa di Washington dan di kantor PBB di New York.

Dokumen tersebut juga diduga merujuk Uni Eropa sebagai "target".

Tidak diketahui informasi apa yang diperoleh dari penyadapan tersebut, tapi rincian posisi Eropa dalam perdagangan dan masalah-masalah militer akan berguna bagi mereka yang terlibat dalam negosiasi antara Washington dan Pemerintah Eropa, wartawan BBC Stephen Evans mengatakan.

Menuntut penjelasan

Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (29/6/2013), Shultz mengatakan, "Atas nama Parlemen Eropa, saya menuntut penjelasan penuh dan memerlukan informasi lebih lanjut dari Pemerintah AS berkaitan dengan tuduhan tersebut."

Der Spiegel juga mengutip Menteri Luar Negeri Luksemburg Jean Asselborn yang mengatakan, "Jika laporan ini benar, hal tersebut merupakan hal yang menjijikkan. Amerika Serikat lebih baik mengawasi dinas rahasia mereka dan bukan sekutunya."

Pemerintah AS sejauh ini tidak membuat komentar publik mengenai laporan Spiegel.

Sementara itu, Snowden diyakini saat ini tinggal di bandara Moskwa. Dia tiba di sana akhir pekan lalu dari Hongkong, lokasi tempat tinggalnya sejak ia mengungkapkan rincian rahasia program pengawasan AS.

Wakil Presiden AS Joe Biden dan Presiden Ekuador Rafael Correa dilaporkan telah mengadakan percakapan telepon tentang permintaan suaka Snowden itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kearifan Pilar Singa Ashoka

    Kearifan Pilar Singa Ashoka

    Internasional
    Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

    Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

    Internasional
    Amerika Meniru Indonesia?

    Amerika Meniru Indonesia?

    Internasional
    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Internasional
    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Internasional
    Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

    Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

    Internasional
    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Internasional
    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Internasional
    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Internasional
    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Internasional
    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    Internasional
    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Internasional
    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Internasional
    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Internasional
    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.