Kompas.com - 30/06/2013, 05:05 WIB
Polisi China masih terlihat menjaga ketat wilayah Provinsi Xinjiang yang merupakan kediaman warga Uighur, usai kerusuhan beberapa hari lalu. MARK RALSTON / AFPPolisi China masih terlihat menjaga ketat wilayah Provinsi Xinjiang yang merupakan kediaman warga Uighur, usai kerusuhan beberapa hari lalu.
EditorErvan Hardoko


BEIJING, KOMPAS.com
- Pemerintah China mengatakan akan meningkatkan operasi untuk mengatasi serangan-serangan menyusul kerusuhan selama beberapa hari terakhir di Provinsi Xinjiang.

Kantor berita China Xinhua melaporkan pihak berwenang tidak akan ragu-ragu menggunakan berbagai cara untuk menghentikan serangan teroris.

Hal itu dilakukan guna menegakkan hukum dan menjaga stabilitas sosial di Xinjiang.

Mengutip seorang pejabat senior Partai Komunis, Xinhua melaporkan pemerintah juga akan menjatuhkan hukuman berat bagi mereka yang terlibat.

"KIta akan meningkatkan tindakan untuk menumpas kelompok-kelompok teroris dan organisasi-organisasi ekstremis dan memburu orang-orang yang terlibat," kata Yu Zhengsheng, anggota Komite Biro Politik Partai Komunis pada Sabtu (29/6/2013).

Yu juga menyerukan kepada warga untuk tetap tenang dan waspada. 

Latihan militer

Seruan dikeluarkan sehari setelah lebih dari 100 orang bersenjata tajam dan mengendarai sepeda motor menyerang kantor polisi di kota Hotan, Xinjiang.

Pihak keamanan dilaporkan meningkatkan pengamanan di ibukota Xinjiang, Urumqi. Kantor berita AFP melaporkan militer menggelar latihan di jalan-jalan ibukota hari ini.

Sebagian besar pusat kota ditutup karena digunakan latihan, antara lain melibatkan tank dan kendaraan tempur.

Kerusuhan di wilayah Xinjiang menewaskan setidaknya 35 orang.

Kerusuhan dipicu oleh konflik antara dua kelompok etnik, komunitas Uighur Muslim dan Cina Han.

Banyak orang di antara penduduk minoritas Uighur tidak puas dengan kekuasaan tangan besi pemerintah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X