Kevin Rudd: Usir Perahu Pengungsi Picu Konflik dengan Indonesia

Kompas.com - 28/06/2013, 19:24 WIB
PM Australia Kevin Rudd. abcnews.net.auPM Australia Kevin Rudd.
EditorErvan Hardoko

CANBERRA, KOMPAS.com - Perdana menteri baru Australia Kevin Rudd mengatakan rencana kubu oposisi untuk mengusir perahu pembawa pencari suaka berisiko membuka konflik dengan Indonesia.

Rudd mengatakan hal itu ketika menanggapi usulan pemimpin oposisi Tony Abbot bahwa perahu-perahu pembawa pencari suaka seharusnya dikembalikan ke wilayah Indonesia.

"Saya benar-benar bertanya-tanya apakah ia berusaha membuka risiko konflik dengan Indonesia," kata Kevin Rudd dalam jumpa pers pada Jumat (28/6/2013).

Jumpa pers ini merupakan yang pertama sejak menjabat lagi sebagai perdana menteri setelah menggulingkan Julia Gillard sebagai pemimpin Partai Buruh, Rabu lalu (26/6/2013).

Sehari setelah pemilihan ketua Partai Buruh, dia diambil sumpah sebagai PM, tiga tahun sejak digulingkan oleh Julia Gillard.

"Terdapat saat-saat sulit dalam hubungan kedua negara. Saya tidak pernah ingin melihat hal itu terjadi lagi," katanya di Canberra seperti dikutip kantor berita AFP.

Konsultasi kolega

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Australia kesulitan menangani banjirnya pencari suaka yang menggunakan perahu dengan menggunakan Indonesia sebagai tempat transit. Lebih dari 10.000 pencari suaka masuk ke Australia selama enam bulan pertama tahun 2013.

Kevin Rudd juga mengatakan telah banyak memetik pelajaran dari pengalaman sebelumnya sebagai perdana menteri.

Sebelumnya Rudd dikecam karena tidak berkonsultasi dengan para pejabat terkait sebelum mengambil keputusan penting.

Ia berjanji akan terus berkonsultasi dengan para kolega di pemerintahan.

"Salah satu hal yang saya pelajari adalah pentingnya konsultasi sebagaimana mestinya dengan kolega-kolega di kabinet tentang keputusan penting pemerintah," jelas Rudd.

Australia dijadwalkan akan menggelar pemilihan umum pada 14 September mendatang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.