Kompas.com - 28/06/2013, 15:27 WIB
Seorang polisi Irak memeriksa kerusakan akibat serangan bom di sebuah pasar swalayan di kawasan bisnis Karrada, Bagdad pada 25 Juni 2013. Tempat ini hancur akibat sebuah serangan bom mobil. Pada Kamis (27/6/2013), serangkaian serangan bom mengincar sejumlah kafe di beberapa kota menewaskan setidaknya 17 orang.
ALI AL-SAADI / AFPSeorang polisi Irak memeriksa kerusakan akibat serangan bom di sebuah pasar swalayan di kawasan bisnis Karrada, Bagdad pada 25 Juni 2013. Tempat ini hancur akibat sebuah serangan bom mobil. Pada Kamis (27/6/2013), serangkaian serangan bom mengincar sejumlah kafe di beberapa kota menewaskan setidaknya 17 orang.
EditorErvan Hardoko

BAGHDAD, KOMPAS.com — Sejumlah serangan bom yang mengincar kafe di Baghdad dan sekitarnya menewaskan setidaknya 17 orang. Demikian penjelasan pejabat setempat, Jumat (28/6/2013).

Serangan bom itu terjadi pada Kamis (27/6/2013) malam di sejumlah kafe di kawasan Sunni di Baghdad, pusat kota Baquba, dan sebuah kota kecil di sebelah selatan ibu kota Irak itu.

Serangan bom ini terjadi di tengah kebuntuan politik yang menjerat Irak dan aksi unjuk rasa minoritas warga Sunni.

Di Baquba, salah satu kota paling berbahaya di Irak, sebuah bom mobil meledak di dekat sebuah kafe di pusat kota. Saat warga berdatangan membantu korban, bom kedua meledak.

Akibat serangan dua bom itu, 12 orang meninggal dunia dan 35 orang lainnya luka. Demikian informasi yang diperoleh dari sejumlah petugas keamanan dan kesehatan di Baquba.

Di hari yang sama, di kawasan Adhamiyah, Baghdad, yang dihuni sebagian besar warga Sunni, sebuah bom meledak di dekat sebuah kafe dan menewaskan empat orang dan melukai 14 orang.

Masih di kota Baghdad, sebuah serangan menewaskan seorang tukang cukur dan melukai sembilan orang lainnya. Tak cukup di dua kota, dua buah bom lain meledak di kota Jbela di sebelah selatan Baghdad, melukai tiga orang warga.

Sejak awal tahun ini, aksi kekerasan terus meningkat di Irak, berbarengan dengan berbagai aksi unjuk rasa yang dilakukan warga minoritas Sunni yang merasa didiskriminasikan oleh pemimpin dengan dominasi Syiah.

Sejumlah analis mengatakan, kegagalan Pemerintah Irak menyelesaikan akar masalah unjuk rasa memberi ruang bagi kelompok-kelompok garis keras untuk beraksi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.