Kompas.com - 27/06/2013, 19:49 WIB
Tim peneliti senjata kimia PBB yang diminta menyelidiki dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah, akhirnya melakukan tugasnya di wilayah Turki. AFPTim peneliti senjata kimia PBB yang diminta menyelidiki dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah, akhirnya melakukan tugasnya di wilayah Turki.
EditorErvan Hardoko

ANKARA, KOMPAS.com - Tim pengawas PBB, yang dilarang memasuki Suriah, pada Kamis (27/6/2013), sudah berada di Turki untuk mengumpulkan informasi terkait kemungkinan penggunaan senjata kimia dalam konflik di Suriah.

Anggota tim yang dibentuk Sekjen PBB Ban Ki-moon sudah berada di Siprus sejak April lalu karena tidak bisa memasuki wilayah Suriah, setelah Barat menuding rezim Presiden Bashar al-Assad menggunakan senjata kimia untuk melawan pemberontak.

Awal pekan ini, tim PBB itu diberangkatkan ke Turki. Di Ankara, pimpinan tim Ake Selltrom dari Swedia bertemu dengan Menlu Turki Ahmet Davutoglu. Demikian seorang pejabat senior Turki kepada Reuters.

Pemerintah negara-negara Barat merasa sangat frustrasi karena misi PBB tak kunjung mendapatkan kemajuan dalam melakukan investigasi terkait penggunaan senjata kimia itu.

Di Turki, diharapkan tim PBB ini bisa mengumpulkan contoh tanah atau bukti-bukti ilmiah lain yang diperlukan untuk membuktikan penggunaan senjata kimia.

Tim ini juga bisa mengumpulkan data intelijen dan mewawancarai para pengungsi atau mengambil contoh darah dari saksi mata atau korban serangan senjata kimia.

"Karena tak bisa memasuki Turki, maka Sellstrom dan timnya mendatangi Turki, Perancis, dan Inggris yang memiliki informasi tentang dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah," kata pejabat Turki yang tak ingin disebutkan namanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Suriah adalah satu dari tujuh negara yang tidak bergabung dalam Konvensi Senjata Kimia 1997. Namun, diduga kuat Suriah memiliki persediaan senjata kimia yang cukup signifikan seperti gas mustard, sarin, dan gas syaraf VX.

Pemerintahan Bashar al-Assad selama ini terus membantah tuduhan yang dilontarkan AS, Inggris, dan Perancis terkait penggunaan senjata kimia.

Assad mengatakan tudingan itu hanyalah sebuah upaya untuk mendapatkan pembenaran intervensi militer asing di Suriah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.