Kompas.com - 27/06/2013, 18:16 WIB
Hassan Rohani adalah perunding masalah nuklir Iran di masa pemerintahan Presiden Mohammad Khatami. Nama Rohani kemungkinan besar akan dicoret dari daftar kandidat presiden yang akan berlaga dalam pemilihan presiden 14 Juni mendatang karena dianggap mengungkap rahasia nuklir Iran. AFPHassan Rohani adalah perunding masalah nuklir Iran di masa pemerintahan Presiden Mohammad Khatami. Nama Rohani kemungkinan besar akan dicoret dari daftar kandidat presiden yang akan berlaga dalam pemilihan presiden 14 Juni mendatang karena dianggap mengungkap rahasia nuklir Iran.
EditorErvan Hardoko
TEHERAN, KOMPAS.com — Presiden terpilih Iran, Hassan Rohani, dituduh memalsukan tesis doktoralnya di sebuah universitas di Glasgow, Skotlandia.

Indikatornya adalah sebuah kalimat dalam tesis itu "Fleksibilitas Syariah Islam Berdasarkan Pengalaman Iran" sangat mirip dengan kalimat dalam sebuah buku karya seorang penulis Iran.

Tudingan ini dilontarkan seorang penulis yang tinggal di London, Behdad Morshedi, seperti dimuat harian terbitan Inggris, The Telegraph.

Menurut Morshedi, kalimat yang digunakan Rohani itu juga muncul dalam buku karya Ketua Institut Kajian Islam Internasional, Mohamad Hashem Kamani.

"Kamali memang kerap diasosiasikan dekat dengan rezim penguasa Iran, tetapi buku itu diterbitkan atas namanya sendiri dan kutipan itu sangat mirip satu sama lainnya," kata Morshedi yang adalah sebuah nama samaran.

"Kami akan membuat petisi untuk kepada universitas untuk menunda gelar PhD Rohani," tambah Morshedi, terkait gelar doktor yang diperoleh Rohani dari Universitas Kaledonia Glasgow.

Sementara itu, juru bicara Universitas Kaledonia Glasgow menyatakan, institusi pendidikan itu juga menerima tuduhan serupa dari seorang aktivis di Amerika Serikat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menambahkan, pihak universitas akan melakukan investigasi terkait masalah ini.

Menurut The Telegraph, tesis setebal 500 halaman itu memuat dua bagian kutipan pendek yang kini menjadi sorotan kecurigaan.

Berdasarkan sejumlah laporan, Hassan Rohani kemungkinan menerima gelar doktornya di Skotlandia secara in absebtia.

Sebab, jadwal wisuda di kampusnya itu berbarengan dengan pelantikannya sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, jabatan yang dipegangnya pada 1989-2005.



Sumber Al Arabiya
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.