Kompas.com - 27/06/2013, 07:20 WIB
Mantan Perdana Menteri Australia Kevin Rudd akan menantang Perdana Menteri Julia Gillard dalam pemilihan pemimpin Partai Buruh malam ini Kompas.com/ERICSSENMantan Perdana Menteri Australia Kevin Rudd akan menantang Perdana Menteri Julia Gillard dalam pemilihan pemimpin Partai Buruh malam ini
|
EditorPalupi Annisa Auliani
CANBERRA, KOMPAS.com — Mantan Perdana Menteri Australia, Kevin Rudd, secara dramatis menuntaskan "balas dendam" politiknya kepada Perdana Menteri Julia Gillard. Rudd memukul telak Gillard dalam pemilihan pemimpin Partai Buruh Australia (ALP), Rabu (26/6/2013) malam. Rudd "memakai" cara Gillard saat menjatuhkannya dulu.

Rudd meraih kemenangan meyakinkan dengan 57 suara dari total 102 anggota parlemen yang memilih. Kemenangan ini mengantarkan Rudd menduduki kursi lamanya yang "dirampas" Gillard tiga tahun lalu, Juni 2010.

Jika dapat meraih dukungan parlemen, maka politisi yang fasih berbahasa Mandarin ini akan dilantik menjadi Perdana Menteri Australia dalam sesi terakhir parlemen besok. Saat ini Partai Buruh memiliki 71 kursi dan membutuhkan dukungan dari empat anggota independen parlemen dan satu anggota dari Partai Hijau.

Bila lima anggota parlemen ini menolak mendukung Rudd, pemilu awal dapat saja digelar paling cepat pada bulan Agustus mendatang. Sampai berita ini dilaporkan, satu anggota parlemen independen, Andrew Wilkie, telah menyatakan dukungannya kepada Rudd. Sementara itu, yang lain belum menentukan sikap.

Sesuai dengan janji yang diikrarkan Gillard dan Rudd, yang kalah akan mengundurkan diri dari dunia politik. Gillard memberi sinyal bahwa dia akan menepati janji.

Ketegangan di ALP antara Gillard dan Rudd terjadi sejak Gillard mendepak Rudd dalam "kudeta internal partai" pada 2010. Alasan yang dipakai saat itu adalah hasil survei ALP yang buruk. Ironisnya, dengan alasan yang sama, kali ini Rudd menuntaskan "balas dendamnya" terhadap mantan deputinya itu.

Kemenangan Rudd ini merupakan percobaan yang ketiga untuk merebut kembali kursi Pemimpin Partai Buruh. Sebelumnya, Rudd dikalahkan Gillard pada Februari 2012 dan menolak mencalonkan diri pada Maret lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sumber: ABC Australia dan beberapa sumber lain.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.