Kompas.com - 26/06/2013, 21:16 WIB
|
EditorErvan Hardoko

SINGAPURA, KOMPAS.com — Bosan, itulah alasan yang diberikan pria Singapura bernama Steven Wong Tuck Sou terkait pelecehan seksual yang dilakukannya.

Akibat rasa bosannya itu, Steven membutuhkan sesuatu untuk mengisi waktu luangnya.

Dia memutuskan untuk naik bus dan “menjahili” wanita-wanita muda di dalam bus yang ditumpanginya.

Fakta-fakta persidangan membuktikan bahwa Steven mulai membidik calon korbannya ketika masuk ke dalam bus.

Setelah itu, dia akan mengambil posisi tempat duduk tepat di belakang calon korban.

Selanjutnya, Steven meletakkan tangannya di antara kursi dan jendela untuk memudahkan menyentuh bagian payudara wanita yang diincarnya.

Jika calon korban mulai merasa ada yang tidak beres dan mencoba berpindah kursi, Steven akan segera melepaskan tangannya.

Jika korban menoleh, pria ini akan berpura-pura berada dalam posisi sedang tidur.

Namun, sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga bukanlah sekadar pepatah kosong.

Akhirnya, Steven dibekuk setelah tertangkap basah sedang melecehkan seorang mahasiswi politeknik.

Di hadapan polisi, Steven mengaku bersalah. Stomp Singapura melaporkan, pengadilan Singapura menjatuhkan hukuman penjara sembilan bulan untuk “keusilan” Steven.

Pengacara Steven meminta keringanan hukuman dengan alasan kliennya mengalami depresi dan gangguan mental.

Kasus pelecehan seksual di dalam bus dan kereta api terus meningkat di Singapura. Data menunjukkan, jumlah kasus pelecehan seksual meningkat 30 persen sepanjang tahun 2012.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.