4 Warga China Dibantai di Papua Niugini

Kompas.com - 26/06/2013, 10:50 WIB
Peta Papua Nugini Peta Papua Nugini
EditorEgidius Patnistik
SYDNEY, KOMPAS.com — Empat warga China dibacok sampai mati di Port Moresby, Papua Niugini. Satu orang kabarnya dipenggal dan yang lainnya dipotong-potong. Perdana Menteri Papua Niugini, Peter O'Neill, Rabu (26/6/2013), mengecam hal itu sebagai hal yang "brutal dan pengecut".

O'Neill meminta warga agar tenang setelah pembunuhan mengerikan itu, yang diyakini telah dilakukan dengan menggunakan pisau atau pedang di kawasan Koki di ibu kota negara Pasifik itu pada Senin malam lalu.

"Saya mengutuk serangan brutal dan pengecut ini terhadap empat warga negara China," kata O'Neill dalam sebuah pernyataan. "Saya ingin meyakinkan Pemerintah China dan keluarga mereka yang tewas bahwa polisi akan mendapatkan semua bantuan yang diperlukan untuk melacak dan membawa para pelaku ke pengadilan."

Keempat orang itu, tiga pria dan seorang perempuan, dibacok dan ditikam berulang kali oleh para penyerang yang melompati pagar tinggi di luar toko roti yang mereka kelola di dekat Pasar Koki yang populer. Demikian lapor media setempat.


Radio Selandia Baru yang mengutip keterangan polisi mengatakan, salah seorang korban dipenggal dan yang lainnya "dicincang" walaupun hal itu tidak dapat dipastikan secara independen.

O'Neill mengatakan, peristiwa itu merupakan kejahatan "keji" dan mengimbau komunitas bisnis, "terutama yang berasal dari China dan Asia", untuk tetap tenang dan melanjutkan bisnis seperti biasa. "Polisi telah memegang kendali penuh dan penyelidikan sedang berlangsung. Bisnis harus terus seperti biasa," kata Perdana Menteri itu.

Imigran China pertama kali menetap di pulau-pulau di Pasifik pada abad ke-19, tetapi masuknya pendatang baru, beberapa ilegal, sejak 1980-an telah menimbulkan kerusuhan politik. Pawai protes terhadap pengusaha China yang relatif mampu secara ekonomi di Port Moresby yang miskin tahun 2009 berubah menjadi kekerasan yang menyebabkan dua orang tewas. Kerusuhan yang menimpa pedagang China di Kepulauan Solomon dan Tonga tahun 2006 juga karena sentimen serupa.

Papua Niugini belum lama ini mengesahkan undang-undang baru yang keras yang menerapkan kembali hukuman mati karena bergulat dengan gelombang kejahatan, terutama terhadap kaum perempuan. Undang-udang baru itu telah memicu kecaman internasional. O'Neill menggambarkan langkah-langkah baru yang disahkan bulan lalu itu sebagai "sulit tetapi perlu" dalam menghadapi kejahatan yang merajalela, termasuk pemenggalan kepala seorang perempuan dan membakar hidup-hidup seorang perempuan lain serta perkosaan secara beramai-ramai terhadap dua warga asing.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah di Suriah Ini Ajari Anaknya Tertawa Setiap Dengar Suara Bom

Ayah di Suriah Ini Ajari Anaknya Tertawa Setiap Dengar Suara Bom

Internasional
Kisah Pasien Virus Corona: Kakek Baru Dapat Kasur Rumah Sakit 3 Jam Sebelum Meninggal

Kisah Pasien Virus Corona: Kakek Baru Dapat Kasur Rumah Sakit 3 Jam Sebelum Meninggal

Internasional
Hamas Gunakan Gambar Wanita Cantik untuk Retas Ponsel Tentara Israel

Hamas Gunakan Gambar Wanita Cantik untuk Retas Ponsel Tentara Israel

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Per 18 Februari 2020 Capai 1.863 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Per 18 Februari 2020 Capai 1.863 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Cerita Pasien Virus Corona yang Sudah Sembuh | Kampanye Bernie Sanders Diganggu Wanita Telanjang Dada

[POPULER INTERNASIONAL] Cerita Pasien Virus Corona yang Sudah Sembuh | Kampanye Bernie Sanders Diganggu Wanita Telanjang Dada

Internasional
Di Nevada, Wanita Bertelanjang Dada Ganggu Kampanye Bernie Sanders

Di Nevada, Wanita Bertelanjang Dada Ganggu Kampanye Bernie Sanders

Internasional
Hilang di AS, Cincin Wanita Ini Ditemukan di Finlandia 47 Tahun Kemudian

Hilang di AS, Cincin Wanita Ini Ditemukan di Finlandia 47 Tahun Kemudian

Internasional
Berencana Menyerang Masjid, Anggota Sayap Kanan di Jerman Ditangkap

Berencana Menyerang Masjid, Anggota Sayap Kanan di Jerman Ditangkap

Internasional
Geng Kriminal Curi Tisu Toilet di Tengah Wabah Virus Corona

Geng Kriminal Curi Tisu Toilet di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X