Kompas.com - 25/06/2013, 22:37 WIB
Presiden Rusia, Vladimir Putin. ALEXEI NIKOLSKY / RIA-NOVOSTI / AFPPresiden Rusia, Vladimir Putin.
EditorErvan Hardoko

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin, Selasa (25/6/2013), mengatakan, buronan paling diinginkan AS saat ini, Edward Snowden, masih berada di zona transit di bandara Moskwa dan semakin cepat Snowden menentukan pilihan tujuannya akan semakin baik.

"Dia (Snowden) masih berada di zona transit penumpang dan dia masih di sana saat ini," kata Putin dalam sebuah jumpa pers di Finlandia.

"Tuan Snowden adalah orang bebas. Semakin cepat dia menentukan tujuan selanjutnya, maka akan semakin baik bagi kami dan dirinya," tambah Putin.

"Dia datang sebagai penumpang transit, sehingga dia tidak membutuhkan visa atau dokumen apapun. Sebagai seorang penumpang transit dia berhak membeli tiket dan pergi kemanapun dia suka," lanjut Putin.

Lebih jauh Putin menegaskan, keberadaan Snowden di bandara Moskwa sama sekali tidak melanggar undang-undang Rusia.

"Dia tidak melintasi perbatasan negara. Sehingga dia tidak membutuhkan visa," Putin menegaskan.

Dalam kesempatan itu Putin kembali mengingatkan bahwa Amerika Serikat dan Rusia tidak memiliki perjanjian ekstradisi. Pernyataan Putin ini semakin menegaskan penolakan Rusia untuk menyerahkan Snowden ke tangan aparat AS.

"Terkait penyerahan Snowden, kami hanya bisa menyerahkan seseorang ke negara di mana kami memiliki perjanjian internasional terkait penyerahan kriminal," ujar Putin.

"Dan kami tak memiliki perjanjian semacam itu dengan Amerika Serikat," tukas mantan agen KGB itu.

Putin menggambarkan, kedatangan Snowden di Moskwa sama sekali tak diduga dan dia membantah semua tudingan yang menyatakan Rusia membantu perjalanan Snowden.

"Semua tuduhan terhadap Rusia terkait perjalanan Snowden adalah omong kosong dan sampah," kata Putin setelah Washington mengkritik sikap Rusia.

Putin juga menepis dugaan bahwa intelijen Rusia bekerja sama dengan Snowden, yang oleh sejumlah pengamat bisa menjadi tambang emas informasi intelijen bagi Rusia.

"Dinas intelijen kami tidak pernah bekerja dengan Tuan Snowden, dan tidak bekerja dengannya hari ini," pungkas Putin.

Baca tentang


    Sumber
    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kearifan Pilar Singa Ashoka

    Kearifan Pilar Singa Ashoka

    Internasional
    Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

    Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

    Internasional
    Amerika Meniru Indonesia?

    Amerika Meniru Indonesia?

    Internasional
    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Internasional
    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Internasional
    Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

    Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

    Internasional
    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Internasional
    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Internasional
    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Internasional
    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Internasional
    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    Internasional
    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Internasional
    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Internasional
    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Internasional
    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X