Kompas.com - 25/06/2013, 21:10 WIB
Warga melihat bekas serangan bom mobil di kawasan permukiman Husseiniyah, Baghdad, Irak, yang sebagian besar penghuninya adalah warga Syiah, Selasa (25/6/2013). Sementara di dekat kota Tuz Khurmato, sebelah utara Baghdad, dua bom bunuh diri menewaskan warga minoritas Syiah keturunan Turkmenistan. Associated PressWarga melihat bekas serangan bom mobil di kawasan permukiman Husseiniyah, Baghdad, Irak, yang sebagian besar penghuninya adalah warga Syiah, Selasa (25/6/2013). Sementara di dekat kota Tuz Khurmato, sebelah utara Baghdad, dua bom bunuh diri menewaskan warga minoritas Syiah keturunan Turkmenistan.
EditorErvan Hardoko

TIKRIT, KOMPAS.com
- Dua bom bunuh diri menewaskan setidaknya delapan orang warga keturunan Turkmenistan, Selasa (25/6/2013). Kedua pelaku bom bunuh diri itu menjalankan aksinya di tengah aksi unjuk rasa yang digelar etnis minoritas itu.

Para penyerang berjalan menuju ke sebuah perkemahan di tepian jalan raya Baghdad-Kirkuk di dekat kota Tuz Khurmato, 170 kilometer sebelah utara Baghdad.

Di tempat itu, warga keturunan Turkmenistan menggelar unjuk rasa memprotes kegagalan pemerintah melindungi warga minoritas, termasuk keturunan Turkmenistan.

Tuz Khurmato adalah wilayah sengketa yang didiami berbagai etnis seperti Kurdi, Arab Sunni, dan Turkmenistan yang memeluk Syiah. Belakangan, warga Syiah Turkmenistan kerap menjadi sasaran serangan maut di berbagai kesempatan.

"Pengunjuk rasa berkumpul di dekat peti jenazah salah seorang warga mereka yang tewas akibat serangan bom sebelumnya, saat ledakan dahsyat menghancurkan tenda dan melemparkan orang-orang," kata seorang polisi yang juga terluka di kakinya kepada Reuters.

Ledakan kedua terjadi saat para pengunjuk rasa mencoba menolong dan membawa teman-teman mereka ke rumah sakit.

"Saya melihat memeluk sesosok tubuh berlumuran darah dan menangis meraung-raung," tambah polisi itu.

Serangan kelompok militan di Irak semakin meningkt sejak awal tahun ini. Sepanjang Mei setidaknya 1.000 orang tewas di seluruh Irak sekaligus membuat bulan itu sebagai bulan paling berdarah sejak kekerasan sektarian di Irak pada 2006-2007.

Kelompok-kelompok pemberontak, termasuk yang berafiliasi dengan Al-Qaeda, banyak merekrut anggota dari kelompok minoritas Sunni, yang merasa tersingkir sejak invasi AS menggulingkan Saddam Hussein dan mendudukkan kelompok Syiah sebagai penguasa.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.