Kompas.com - 25/06/2013, 16:19 WIB
Sebuah foto yang diambil di dalam kabin pesawat Aeroflot yang terbang dari bandara Moscow Sheremetyevo di Moskwa ke Havana pada tanggal 24 Juni 2013, yang memperlihatkan kursi nomor 17A di dekat jendela dalam kondisi kosong. Kursi itu, menurut data penerbangan pihak Aeroflot, seharusnya menjadi tempat duduk buron pembocor rahasia intelijen AS, Edward Snowden, dan asisten hukumnya, Sarah Harrison. AFP PHOTO/ KIRILL KUDRYAVTSEVSebuah foto yang diambil di dalam kabin pesawat Aeroflot yang terbang dari bandara Moscow Sheremetyevo di Moskwa ke Havana pada tanggal 24 Juni 2013, yang memperlihatkan kursi nomor 17A di dekat jendela dalam kondisi kosong. Kursi itu, menurut data penerbangan pihak Aeroflot, seharusnya menjadi tempat duduk buron pembocor rahasia intelijen AS, Edward Snowden, dan asisten hukumnya, Sarah Harrison.
EditorErvan Hardoko

MOSKWA, KOMPAS.com — Pemerintah Rusia, Selasa (25/6/2013), membantah terlibat dalam rencana perjalanan buronan paling diinginkan AS saat ini, Edard Snowden.

Rusia juga balik mengecam Amerika Serikat yang menuding Moskwa membantu pelarian pembocor rahasia intelijen AS itu.

"Kami tak terlibat baik dengan Snowden, hubungannya dengan hukum AS, atau pergerakannya di seluruh dunia," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam sebuah jumpa pers di Moskwa.

"Snowden tidak melintasi perbatasan Rusia. Menyalahkan Rusia terkait menghilangnya Snowden sangat tak berdasar dan tak bisa diterima," Lavrov menegaskan.

Sebelumnya, Pemerintah AS bertekad untuk menjalankan semua saluran yang legal untuk menekan Rusia untuk menolak Edward Snowden, yang diyakini AS berada di Moskwa setelah "menghilang" dalam penerbangan ke Kuba.

Selain mengecam Rusia, Gedung Putih juga menyatakan kekecewaannya terhadap Pemerintah China yang membiarkan Snowden meninggalkan persembunyiannya di Hongkong.

Pernyataan AS ini memicu balasan keras dari China yang mengatakan bahwa tuduhan negeri itu membantu pelarian Snowden merupakan tuduhan yang sama sekali tak berdasar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Sumber
    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kearifan Pilar Singa Ashoka

    Kearifan Pilar Singa Ashoka

    Internasional
    Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

    Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

    Internasional
    Amerika Meniru Indonesia?

    Amerika Meniru Indonesia?

    Internasional
    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Internasional
    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Internasional
    Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

    Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

    Internasional
    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Internasional
    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Internasional
    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Internasional
    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Internasional
    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    Internasional
    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Internasional
    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Internasional
    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Internasional
    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.