Kompas.com - 25/06/2013, 11:33 WIB
EditorEgidius Patnistik
KABUL, KOMPAS.COM — Sebuah serangan yang dilancarkan kelompok Taliban, Selasa (25/6/2013) pagi, di Istana Presiden Afganistan dan bangunan penting di sekitarnya telah berhasil diatasi. Kepala Polisi Kabul Jenderal Ayoub Salangi mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa tembak-menembak berakhir setelah berlangsung sekitar 90 menit dan semua penyerang, berjumlah tiga atau empat orang, tewas.

Para pria bersenjata Taliban itu menyerang Istana Presiden Afganistan dan bangunan sekitarnya, termasuk markas CIA Afganistan dan kantor Kementerian Pertahanan pada Selasa pagi sekitar pukul 06.30 waktu setempat (atau pukul 09.00 WIB). Seorang wartawan Reuters di istana itu mengatakan, serangan tersebut berawal ketika setidaknya seorang pria menembak dengan menggunakan senapan otomatis di pintu gerbang istana yang terletak di distrik Shash Darak. Serangkaian ledakan besar dan tembakan pun berlangsung intensif setelah itu.

Presiden Afganistan Hamid Karzai tidak diketahui keberadaannya, termasuk apakah dia berada dalam istana saat serangan terjadi. Karzai dijadwalkan akan menghadiri acara jumpa pers di istana itu pada 09.00 waktu setempat (atau pukul 11.30 WIB).  Para wartawan telah berkumpul di istana saat serangan terjadi. Mereka harus mencari perlindungan ketika pasukan pemerintah membalas tembakan.

Taliban kemudian mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Dalam sebuah pesan teks kepada wartawan di Kabul, Zabihullah Mujahid, juru bicara Taliban menulis, "Hari ini pada pukul 06.30 sejumlah pengebom bunuh diri menyerang Istana Presiden, Kementerian Pertahanan, dan Ariana Hotel."

Ariana Hotel dikenal sebagai markas besar CIA (Central Intelligence Agency) di Afganistan. Gumpalan asap tebal terlihat mengepul dari bangunan hotel itu. Seorang pejabat Afganistan mengatakan kepada Reuters bahwa para penyerang telah berhasil membuat jalan masuk ke sebuah gedung di dekat hotel itu dan dari situlah mereka menembak.

Kawasan Shash Darak memiliki bangunan paling penting di Kabul, termasuk istana, markas besar pasukan pimpinan NATO di Afganistan, Kementerian Pertahanan Afganistan, dan kantor CIA Afganistan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.