Kompas.com - 25/06/2013, 11:33 WIB
Para demonstran Afganistan melempar batu dan meneriakkan slogan setelah membakar sebuah truk, yang diyakini miliki orang asing, dalam sebuah kerusuhan anti-pemerintah di Kabul pada tanggal 24 Juni 2013. Para demonstran berpartisipasi dalam kerusuhan melawan pemerintah Afganistan setelah sebuah bentrokan antara polisi dan orang-orang bersenjata tak dikenal karena perampasan tanah di timur kota Kabul.
AFP PHOTO/Massoud HOSSAINI Para demonstran Afganistan melempar batu dan meneriakkan slogan setelah membakar sebuah truk, yang diyakini miliki orang asing, dalam sebuah kerusuhan anti-pemerintah di Kabul pada tanggal 24 Juni 2013. Para demonstran berpartisipasi dalam kerusuhan melawan pemerintah Afganistan setelah sebuah bentrokan antara polisi dan orang-orang bersenjata tak dikenal karena perampasan tanah di timur kota Kabul.
EditorEgidius Patnistik
KABUL, KOMPAS.COM — Sebuah serangan yang dilancarkan kelompok Taliban, Selasa (25/6/2013) pagi, di Istana Presiden Afganistan dan bangunan penting di sekitarnya telah berhasil diatasi. Kepala Polisi Kabul Jenderal Ayoub Salangi mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa tembak-menembak berakhir setelah berlangsung sekitar 90 menit dan semua penyerang, berjumlah tiga atau empat orang, tewas.

Para pria bersenjata Taliban itu menyerang Istana Presiden Afganistan dan bangunan sekitarnya, termasuk markas CIA Afganistan dan kantor Kementerian Pertahanan pada Selasa pagi sekitar pukul 06.30 waktu setempat (atau pukul 09.00 WIB). Seorang wartawan Reuters di istana itu mengatakan, serangan tersebut berawal ketika setidaknya seorang pria menembak dengan menggunakan senapan otomatis di pintu gerbang istana yang terletak di distrik Shash Darak. Serangkaian ledakan besar dan tembakan pun berlangsung intensif setelah itu.

Presiden Afganistan Hamid Karzai tidak diketahui keberadaannya, termasuk apakah dia berada dalam istana saat serangan terjadi. Karzai dijadwalkan akan menghadiri acara jumpa pers di istana itu pada 09.00 waktu setempat (atau pukul 11.30 WIB).  Para wartawan telah berkumpul di istana saat serangan terjadi. Mereka harus mencari perlindungan ketika pasukan pemerintah membalas tembakan.

Taliban kemudian mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Dalam sebuah pesan teks kepada wartawan di Kabul, Zabihullah Mujahid, juru bicara Taliban menulis, "Hari ini pada pukul 06.30 sejumlah pengebom bunuh diri menyerang Istana Presiden, Kementerian Pertahanan, dan Ariana Hotel."

Ariana Hotel dikenal sebagai markas besar CIA (Central Intelligence Agency) di Afganistan. Gumpalan asap tebal terlihat mengepul dari bangunan hotel itu. Seorang pejabat Afganistan mengatakan kepada Reuters bahwa para penyerang telah berhasil membuat jalan masuk ke sebuah gedung di dekat hotel itu dan dari situlah mereka menembak.

Kawasan Shash Darak memiliki bangunan paling penting di Kabul, termasuk istana, markas besar pasukan pimpinan NATO di Afganistan, Kementerian Pertahanan Afganistan, dan kantor CIA Afganistan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.