Kompas.com - 25/06/2013, 10:21 WIB
Saksi mata mengatakan serangan dilakukan oleh beberapa ratus orang yang anti-Syiah. ReutersSaksi mata mengatakan serangan dilakukan oleh beberapa ratus orang yang anti-Syiah.
EditorEgidius Patnistik
KAIRO, KOMPAS.com — Seorang pemimpin Syiah di Mesir meminta perlindungan internasional sehari setelah empat warga Syiah dibunuh oleh umat Sunni.

Kepada BBC, Mohamed Ghaneim mengatakan, seruan itu disampaikan karena negara tidak mampu melindungi umat Islam Syiah di negara itu.

Empat pemeluk Syiah tewas dalam serangan sekelompok warga Sunni atas kampung Al-Jizah di dekat pinggiran selatan ibu kota Kairo, Minggu 23 Juni 2013, sementara delapan lainnya cedera.

Beberapa saksi mata menjelaskan kepada BBC bahwa serangan dimilai ketika beberapa ratus orang yang anti-Syiah mengepung sebuah rumah dan meminta penghuninya meninggalkan rumah sebelum menyerbu ke dalam dan membakarnya.

Para penyerang menuduh warga Syiah yang berkumpul di rumah tersebut bertujuan menyebarkan ajaran Syiah, yang merupakan kelompok minoritas di tengah dominasi umat Sunni di Mesir.

Gambar-gambar tentang serangan itu memperlihatkan korban diseret sampai ke jalanan dan salah seorang yang tewas adalah pemimpin umat Syiah setempat, Hasan Shehata.

Kecaman meluas

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Laporan-laporan menyebutkan bahwa polisi tidak bertindak mencegah serangan di kampung Al-Jizah itu.

Presiden Muhammad Mursi sudah mengutuk pembunuhan atas warga Syiah itu sebagai sebuah kejahatan keji.

Dalam pernyataan yang diterbitkan oleh media milik pemerintah, Al-Ahram, Presiden Mursi menyebutnya sebagai insiden yang bertentangan dengan semangat toleransi dan saling menghargai yang menjadi karakter warga Mesir.

Presiden juga sudah menginstruksikan lembaga-lembaga negara untuk menangkap pihak yang bertangung jawab dan membawanya ke pengadilan.

Sementara pihak kantor Perdana Menteri Hesham Kandil mengatakan, ia mengikuti secara saksama proses penyelidikan untuk memastikan hukuman atas pelakunya.

Masjid Al-Azhar—yang amat berpengaruh di Mesir—juga sudah mengecam kekerasan yang ditegaskan bertentangan dengan ajaran Islam dan menyerukan agar pelakunya mendapat hukuman berat.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X