Taliban Klaim Serangan ke Istana Presiden Afganistan

Kompas.com - 25/06/2013, 10:07 WIB
Presiden Afganistan, Hamid Karzai. INDRANIL MUKHERJEE / AFPPresiden Afganistan, Hamid Karzai.
EditorKistyarini
KABUL, KOMPAS.com — Taliban mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan terhadap Istana Kepresidenan Afganistan di Kabul, Selasa (25/6/2013) pagi.

Pihak Taliban menyatakan, sasaran serangan selain Istana adalah kantor Kementerian Pertahanan serta beberapa gedung yang tidak jauh dari situ.

Seperti diberitakan, sejumlah pria bersenjata menyerang Istana Presiden Afganistan di Kabul, Selasa (25/6/2013) pagi. Kantor berita Reuters melaporkan, sejumlah ledakan dan suara tembakan mengguncang pusat kota ibu kota Afganistan itu, di mana Istana Presiden itu berada.

Wartawan Reuters di Istana itu mengatakan bahwa serangan tersebut dimulai sekitar pukul 06.30 waktu setempat (atau pukul 09.00 WIB) di gerbang timur bangunan Istana.

Tidak diketahui apakah Presiden Afganistan Hamid Karzai berada di dalam gedung itu saat serangan terjadi.

Wartawan BBC melaporkan, para penyerang terlibat baku tembak dengan para pengawal Presiden Afganistan Hamid Karzai. Baku tembak itu juga melibatkan tentara Amerika dari kantor CIA di dekat lokasi.

Pihak keamanan belum bisa memberikan keterangan rinci tentang serangan itu. Kepala Polisi Kota Kabul Mohammad Zahir hanya mengatakan kepada AFP bahwa sedang terjadi serangan militan di pusat Kabul.

Menurut seorang fotografer AFP, serangan itu terjadi di dekat Istana Presiden dan Kementerian Pertahanan, di wilayah kota yang berisi banyak bangunan pemerintah dan kedutaan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X