Kompas.com - 25/06/2013, 07:39 WIB
Seorang warga Koptik bersiap melemparkan batu ke arah kerumunan orang dalam bentrokan yang terjadi di dekat Katedral Koptik Santo Markus, Kairo, usai misa pemakaman empat warga Koptik yang tewas dalam bentrok sektarian di negeri itu. MOHAMMED AL-SHAHED / AFPSeorang warga Koptik bersiap melemparkan batu ke arah kerumunan orang dalam bentrokan yang terjadi di dekat Katedral Koptik Santo Markus, Kairo, usai misa pemakaman empat warga Koptik yang tewas dalam bentrok sektarian di negeri itu.
EditorEgidius Patnistik
KAIRO, KOMPAS.COM - Situasi politik Mesir kembali tidak menentu. Keadaan di Kota Kairo dan kota besar lainnya mulai terasa tegang menjelang rencana kubu oposisi menggelar unjuk rasa besar-besaran untuk menjatuhkan Presiden Mesir Muhammad Mursi pada 30 Juni.

Mengantisipasi hal itu, Mursi mengadakan pertemuan mendadak dengan Menteri Pertahanan Abdel Fattah Sisi hingga Minggu (23/6) malam. Diduga pertemuan Mursi-Sisi itu membahas kemungkinan militer menjadi mediator antara pemerintah dan kubu oposisi.

Pihak militer kini tengah mempertimbangkan menggelar konferensi rekonsiliasi nasional pekan ini untuk mencegah konflik horizontal antara massa pendukung pemerintah dan oposisi.

Wartawan Kompas Musthafa Abd Rahman dari Kairo, Mesir, melaporkan, Kedutaan Besar RI di Kairo meminta seluruh warga negara Indonesia di Mesir tidak keluar rumah kecuali untuk kepentingan mendesak, terhitung mulai 27 Juni, untuk menghindari kemungkinan terburuk. Diperkirakan terdapat 6.000 WNI di Mesir, sebagian besar mahasiswa Universitas Al Azhar, Kairo.

Dalam upaya menjatuhkan pemerintahan Mursi, kubu oposisi telah mengumpulkan 15 juta tanda tangan di seantero Mesir yang meminta Mursi mundur. Kubu oposisi masih terus mengumpulkan tanda tangan tambahan.

Bagi kubu oposisi, pengumpulan 15 juta tanda tangan itu cukup sebagai legitimasi untuk menjatuhkan Mursi. Kubu oposisi menganggap Mursi dalam pemilihan presiden pada Juni 2012 hanya mendapatkan 13 juta suara, kurang dari 15 juta tanda tangan yang meminta Mursi mundur. Tuntutan utama kubu oposisi adalah segera digelar pemilu presiden dini. Banyak warga Mesir kecewa karena tidak ada perbaikan kondisi ekonomi dan keamanan selama satu tahun pemerintahan Mursi.

Kubu oposisi mulai mendirikan tenda di Alun-alun Tahrir dan di depan gedung Kementerian Pertahanan di distrik Abbasiah, sebagai tanda dimulainya unjuk rasa. Aktivis oposisi itu bertekad tidak meninggalkan tenda sebelum Mursi jatuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebaliknya, kubu Islamis, Jumat lalu, menggelar unjuk rasa besar-besaran untuk mendukung Mursi di bundaran Rabaah Adawiyah, Nasr City, Kairo. Unjuk rasa itu merupakan unjuk kekuatan pendukung Mursi sebelum unjuk rasa oposisi. Kubu Islamis berencana kembali menggelar unjuk rasa besar-besaran pada 28 Juni.

Gejala mobilisasi massa dari kedua pihak memunculkan kecemasan terjadinya konflik horizontal antara pendukung pemerintah dan oposisi. Hal itu memaksa Abdel Fattah Sisi untuk pertama kalinya mengultimatum pemerintah dan kubu oposisi agar tercapai kesepahaman nasional pekan ini.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.