Sejak 2010, Ada 18 Warga Asing Terbunuh di Pakistan

Kompas.com - 24/06/2013, 18:52 WIB
Wakil komandan Taliban Pakistan, Wali-ur-Rehman tewas dalam serangan "drone" AS di Waziristan Utara, Rabu (29/5/2013). NASEER AZAM / AFP FILES / AFPWakil komandan Taliban Pakistan, Wali-ur-Rehman tewas dalam serangan "drone" AS di Waziristan Utara, Rabu (29/5/2013).
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Sejak 2010, ada 18 warga asing terbunuh di Pakistan. Sementara, dalam kurun waktu itu pula, ada 77 orang tewas terbunuh dalam sepuluh serangan bersenjata langsung, termasuk terhadap warga asing itu.

Warta AP pada Senin (24/6/2013) mengutip data resmi Kementerian Dalam Negeri Pakistan sebagaimana diungkapkan Menteri Dalam Negeri Pakistan Nisar Ali Khan. "Kebanyakan pelaku penyerangan bersenjata itu adalah kelompok militan Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP),"katanya di Islamabad.

Data serangan bersenjata paling mutakhir terjadi pada Minggu (23/6/2013) malam. Korban serangan adalah sebelas warga asing. Dari jumlah itu, sepuluh di antaranya tewas. Lokasi penyerangan ada di Gilgit-Baltistan, kawasan Utara Pakistan.


Lokasi persis penyerangan ada di basis perkemahan setinggi 6.500 meter di atas permukaan laut di kaki Gunung Nanga Parbat, gunung kesembilan tertinggi di dunia.

Laporan menunjukkan, pelaku penyerangan sekitar 12 orang. Meereka mengenakan seragam pemandu lokal. Awalnya, mereka menculik dua pemandu wisata lokal yang tengah bertugas membawa turis ke kamp Fairy Meadows di distrik Diamir, Gilgit-Baltistan.

Sementara, identifikasi korban tewas adalah 2 berkebangsaan China, 1 China Amerika, dan 1 Nepal. "Kami masih mengidentifikasi 6 kewarganegaraan korban tewas lainnya,"kata Nisar Ali Khan.

Ali Khan mengatakan satu orang korban selamat dari penembakan adalah seorang berkebangsaan China. Korban sempat menyelamatkan diri melalui saluran pembuangan air. "Kelompok Jundallah, sebuah fraksi dari Taliban Pakistan, mengklaim bertanggung jawab,"demikian Nizar Ali Khan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X