Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 24/06/2013, 15:38 WIB
EditorEgidius Patnistik
WASHINGTON, KOMPAS.COM - Gedung Putih, Senin (24/6), mengatakan, pihaknya mengharapkan kerjasama Rusia untuk mengembalikan buron pembocor rahasia intelijen Edward Snowden ke AS guna menghadapi tuduhan terkait kasus spionase. Snowden, mantan kontraktor intelijen berusia 30 tahun, dicari AS atas tuduhan spionase, setelah ia berhenti dari pekerjaannya di Badan Keamanan Nasional (NSA) dan melarikan diri ke Hong Kong dengan sebundel dokumen rahasia.

Hari Minggu, Snowden meninggalkan Hong Kong dan melarikan diri ke Moskwa, meskipun Washington telah meminta penangkapan dan ekstradisi untuknya. AS telah mencabut paspor Snowden dan telah meminta agar dia dilarang dari perjalanan internasional.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara NSA, Caitlin Hayden, mengatakan pihaknya berharap Moskwa tidak membiarkan Snowden pergi, "mengingat kerja sama intensif kami setelah pemboman Maraton Boston dan sejarah bekerja sama kami dengan Rusia dalam masalah penegakan hukum." Dia mengutip catatan AS "mengembalikan banyak penjahat tingkat tinggi Rusia atas permintaan pemerintah Rusia."

"Kami mengharapkan pemerintah Rusia melihat semua opsi yang tersedia untuk mengusir Snowden kembali ke Amerika Serikat guna menghadapi pengadilan terkait kejahatan yang tuduhkan terhadapnya," tambah Hayden.

Dia juga menyatakan kekecewaannya terhadap Hong Kong karena mengizinkan Snowden pergi "meskipun sudah ada permintaan sah AS untuk menangkapnya dan mengekstradisinya berdasarkan US-Hong Kong Surrender Agreement. "Kami telah menyampaikan keberatan kami kepada pihak berwenang di Hong Kong serta pemerintah China melalui saluran diplomatik dan menegaskan bahwa perilaku seperti itu merugikan hubungan AS-Hong Kong dan hubungan bilateral AS-China," katanya.

Hari Minggu, Departemen Kehakiman AS telah menyebut kegagalan Hong Kong menangkap Snowden sebagai "mengganggu" dan berkeras bahwa Washington telah memenuhi seluruh persyaratan perjanjian ekstradisi antara Washington dengan daerah otonom China itu. Para pejabat Hong Kong mengatakan, dokumen pendukung permintaan ekstradisi itu tidak lengkap, tetapi Departemen Kehakiman AS membantah hal itu.

Snowden saat ini tinggal di sebuah hotel di bandara Moskwa dan dapat saja sedang menuju ke Ekuador. Negara Amerika Selatan itu, yang dipimpin Presiden Rafael Correa, seorang kiri yang mengecam AS, telah mengatakan bahwa mantan kontraktor itu sudah meminta suaka di sana.

Juru bicara Departemen Luar AS Jen Psaki, yang sedang bepergian dengan Menteri Luar Negeri John Kerry di India, memastikan bahwa AS telah mencabut paspor Snowden.
"Orang-orang yang dicari atas tuduhan kejahatan, seperti Snowden, seharusnya tidak diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanan internasional, kecuali mengembalikannya ke Amerika Serikat," kata Psaki.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.