Aktris Pakistan Disiram Air Keras

Kompas.com - 24/06/2013, 11:28 WIB
Foto yang menunjukkan bekas air keras membakar wajah aktris Pakisan, Bushra Waiz (berusia 18 tahun), tidak lama sebelum dia dibawa ke Rumah Sakit Lady Reading di Peshawar, Sabtu (22/6). DAWNFoto yang menunjukkan bekas air keras membakar wajah aktris Pakisan, Bushra Waiz (berusia 18 tahun), tidak lama sebelum dia dibawa ke Rumah Sakit Lady Reading di Peshawar, Sabtu (22/6).
EditorEgidius Patnistik
ISLAMABAD, KOMPAS.COM — Seorang aktris muda Pakistan berada dalam kondisi kritis, Minggu (23/6/2013), setelah seorang pria menyiram air keras ke wajahnya ketika dia sedang tidur. Demikian kata saudaranya.

Dugaan serangan terhadap aktris bernama Bushra Waiz yang berusia 18 tahun itu terjadi pada Sabtu pagi di rumah keluarganya di Nowshera di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa. Saudaranya, Akhtar Waiz, mengatakan kepada CNN bahwa keluarganya sedang tidur di halaman rumah ketika seorang pria menyerbu masuk dan menyiramkan air keras kepada adiknya.

Bushra Waiz, yang juga dikenal sebagai Shazia Aziz, adalah seorang penyanyi berbahasa Pashto, aktris, dan seniman teater. Perempuan itu menderita luka bakar di sisi kanan wajahnya. Para dokter mengatakan kaki kanannya, lengan, dan mata juga terluka.

Anggota keluarganya telah menuduh produsernya, Shaukat Khan, yang telah memaksa Bushra menikah dengannya dan tidak bersedia membayar bayaran atas pekerjaan Bushra sebagai aktris sebagai pelaku atau dalang serangan itu. "Saya tidak melihatnya sendiri, tapi saya yakin pelakunya Shaukat karena adik saya menolak untuk terus bekerja dalam dramanya dan itulah sebabnya dia terpaksa melakukan tindakan kekerasan ini," tuduh Akhtar seperti dikutip Dawn.com.

Perempuan muda itu telah dibawa ke Rumah Sakit Lady Reading, Peshawar. Para dokter mengatakan, selain muka, kaki kanan dan lengan juga terluka parah. Mata kanan Bushra itu juga bengkak, tetapi para dokter mengatakan dia mungkin tidak kehilangan penglihatannya. Dia dalam kondisi sadar ketika dibawa ke rumah sakit.

"Putri saya tadinya bekerja sebagai aktris dan dipekerjakan oleh produser bernama Shaukat Khan untuk bermain dalam drama panggung, tetapi pria itu tidak mau membayarnya dan hal itu menyebabkan sejumlah perseteruan verbal setelah ia menolak untuk melanjutkan aktingnya," kata ibu korban. "Kami telah mengadukan sebuah kasus terhadap Shaukat Khan karena ia juga memaksa putri saya untuk menikah dengannya," katanya.

Serangan dengan air keras meningkat di Pakistan barat laut. Bushra merupakan korban terbaru dari serangkaian serangan dengan air keras, kejahatan yang menurut para pengamat meningkat di Khyber Pakhtunkhwa barat laut. Tahun 2012, sebanyak 150 kasus serangan air keras terdaftar di Pakistan, dan 30 di antaranya dilaporkan dari distrik Mardan di Khyber Pakhtunkhwa.

Menurut LSM yang berbasis di Islamabad, Acid Survivors Foundation, data itu menunjukkan tren kenaikan bentuk kekerasan terhadap kaum hawa. Sebanyak 45 persen serangan air keras merupakan lanjutan dari perseteruan keluarga, sementara 17 persen terkait dengan penolakan atas pernikahan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X