Kompas.com - 24/06/2013, 09:32 WIB
EditorEgidius Patnistik
WASHINGTON, KOMPAS.com — Amerika Serikat kecewa atas kegagalan yang "mengganggu" pihak Hongkong untuk menangkap buronan pembocor rahasia intelijen Edward Snowden sebelum ia melarikan diri dari wilayah itu. Demikian kata seorang pejabat.

Juru Bicara Departemen Kehakiman AS menegaskan bahwa para pejabat negara itu telah memenuhi seluruh persyaratan perjanjian ekstradisi antara Washington dan daerah otonom China itu dan "kecewa" dengan keputusan Hongkong membiarkan Snowden pergi.

Mantan kontraktor intelijen berusia 30 tahun itu, yang dicari AS terkait tuduhan spionase, berhenti dari pekerjaannya di Badan Keamanan Nasional (National Security Agency/NSA) dan melarikan diri ke Hongkong dengan setumpuk dokumen rahasia. Hari Minggu (23/6/2013), dia meninggalkan Hongkong dan melarikan diri ke Moskwa, Rusia, meskipun Washington telah meminta penangkapan dan ekstradisi terhadapnya.

Para pejabat Hongkong mengatakan, dokumen pendukung permintaan ekstradisi itu tidak lengkap. Namun, Departemen Kehakiman AS membantah kalau ada sesuatu yang terlewatkan.

"AS kecewa dan tidak sepakat dengan keputusan otoritas Hongkong yang tidak menghormati permintaan AS untuk menangkap buronan tersebut," kata juru bicara itu.

"Permintaan penangkapan buronan itu demi keperluan ekstradisinya telah disertai dengan semua persyaratan Perjanjian Penyerahan AS-Hongkong." Menurut pejabat itu lagi, sampai hari Jumat, semuanya berjalan lancar dan tidak ada masalah. "Dalam konteks itu, kami berpendapat keputusan mereka (membiarkannya pergi) menjadi sangat mengganggu," katanya.

Pernyataan itu mengatakan, para pejabat senior AS telah berhubungan dengan rekan-rekan mereka di Hongkong sejak 10 Juni lalu ketika mereka tahu Snowden berada di Hongkong dan membocorkan rincian program pemantauan rahasia kepada media.

Pada Rabu, Jaksa Agung AS Eric Holder berbicara kepada Menteri Kehakiman Hongkong, Rimsky Yuen, dan mendesak Hongkong untuk menghormati permintaan penangkapan Snowden itu.

Pemerintah Hongkong mengatakan, karena pihaknya belum memiliki informasi yang cukup untuk memproses permintaan surat perintah penangkapan sementara, tidak ada dasar hukum untuk melarang Snowden meninggalkan Hongkong.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.