Rousseff: Brasil Bisa Lebih Baik

Kompas.com - 23/06/2013, 08:32 WIB
Polisi menembak seorang pengunjuk rasa di Rio de Janeiro menggunakan peluru karet. Aksi unjuk rasa terbesar di Brasil dalam 20 tahun terakhir ini semakin memburuk meski pemerintah Brasil sudah menurunkan tarif angkutan publik yang sempat dinaikkan. CHRISTOPHE SIMON / AFPPolisi menembak seorang pengunjuk rasa di Rio de Janeiro menggunakan peluru karet. Aksi unjuk rasa terbesar di Brasil dalam 20 tahun terakhir ini semakin memburuk meski pemerintah Brasil sudah menurunkan tarif angkutan publik yang sempat dinaikkan.
EditorEgidius Patnistik

BRASILIA, KOMPAS.COM - Presiden Brasil Dilma Rousseff mengakui, Brasil seharusnya bisa lebih baik dan berjanji untuk bersikap lebih tegas memberantas korupsi. Penegasan itu diungkapkan dalam pidato televisi yang disiarkan ke seluruh negeri, Jumat (21/6) malam.

Pidato itu disampaikan setelah Rousseff menggelar rapat kabinet sehari setelah lebih dari 1 juta orang turun ke jalan di kota-kota besar di Brasil untuk menuntut pemberantasan korupsi dan kondisi hidup yang lebih baik.

Dalam pidato—yang direkam sebelumnya—Rousseff mengatakan dapat memahami keprihatinan yang disampaikan pengunjuk rasa.

Rousseff lalu mengumumkan langkah reformasi untuk memenuhi sebagian tuntutan pengunjuk rasa. Termasuk di antaranya rencana memperbaiki transportasi umum dan menggunakan seluruh royalti dari industri minyak untuk sektor pendidikan. Ribuan dokter juga akan didatangkan dari luar negeri untuk memperbaiki layanan kesehatan nasional.

”Kita dapat melakukan banyak hal lebih baik di Brasil. Rakyat punya hak untuk mengkritik,” ujar Rousseff sambil menegaskan akan tetap mempertahankan hak rakyat untuk menyampaikan pendapat.

Dia berjanji untuk bertemu pemimpin massa dengan mengatakan, dirinya membutuhkan kontribusi, energi, dan kemampuan mereka untuk membangun Brasil menjadi lebih baik. Rousseff juga menyeru agar rakyat Brasil bersatu dengan menegaskan, ”Saya adalah presiden untuk semua warga Brasil, baik mereka yang mendukung demonstrasi maupun yang tidak.”

Transportasi

Unjuk rasa damai yang berawal pekan lalu itu dipicu kenaikan harga tiket bus di Sao Paulo. Demonstrasi dengan cepat menyebar ke sejumlah kota dan isu yang diperjuangkan pun meluas. Massa yang sebagian besar kelas menengah dan kalangan terpelajar meneriakkan ketidakpuasan mereka atas buruknya layanan kesehatan, pendidikan, dan transportasi. Mereka juga menuntut pemerintah memberantas korupsi.

Kamis malam, lebih dari 1 juta orang turun ke jalan di sejumlah kota. Sebagian dari mereka bentrok dengan polisi dan membuat kerusuhan sehingga menyebabkan dua orang tewas dan belasan orang terluka.

Protes berlanjut di Rio de Janeiro, Jumat, dengan sedikitnya 1.000 orang turun ke jalan. Saksi mata mengatakan, sejumlah toko dijarah dan massa menduduki gedung pameran kebudayaan. Mereka juga melempari polisi dengan batu, yang dibalas polisi dengan lontaran gas air mata.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X