Inggris Juga Lakukan Penyadapan, Jerman Meradang

Kompas.com - 22/06/2013, 23:14 WIB
Edward Snowden, pembocor informasi mengenai penyadapan yang dilakukan AS dan Inggris. VOAEdward Snowden, pembocor informasi mengenai penyadapan yang dilakukan AS dan Inggris.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko


BERLIN, KOMPAS.com - Jerman akan meminta klarifikasi kepada London terkait beredarnya informasi yang menyatakan bahwa Inggris melakukan kegiatan mata-mata dengan menyadap pembicaraan telpon dan internet dalam skala yang cukup luas.

Klarifikasi itu akan diajukan Jerman, setelah sebelumnya seorang konsultan keamanan Amerika Serikat, Edward Snowden mengungkapkan kepada Guardian bahwa agen intelejen Inggris bisa "menguping" berbagai data dan pembicaraan melalui kabel optik.

Menteri Hukum Jerman, Sabine Leutheusser-Schnarrenberger mengatakan, jika informasi tersebut benar, hal itu menjadi "bencana".

Dalam penjelasannya, Snowden mengungkapkan bahwa proyek penyadapan, Tempora, telah berjalan selama 18 bulan, dan memungkinkan Pusat Komunikasi Pemerintah Inggris mengakses berbagai data dan menyimpannya selama 30 hari.


“Jika tudingan itu benar, ini akan menjadi masalah besar. Tudingan terhadap Inggris itu terdengar seperti sandiwara yang menakutkan. Institusi Eropa akan mengklarifikasi kabar itu," ujarnya sebagaimana dikutip dari AFP, Sabtu (22/6/2013).

DIa mengatakan, isu tersebut cukup sensitif dalam hubungannya dengan Jerman. Hal itu mengingatkan kondisi serupa pada jaman Nazi.

Sebelum Inggris, Snowde juga telah membongkar praktik serupa yang dilakukan oleh Amerika Serikat melalui.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X