Kompas.com - 21/06/2013, 21:50 WIB
Seorang anggota pasukan pemberontak Suriah tengah mencari posisi di sela-sela bangunan di kota Aleppo. Pasukan pemberontak FSA mengancam akan membalas serangan Hezbollah yang menembaki posisi mereka di Provinsi Homs. FABIO BUCCIARELLI / AFPSeorang anggota pasukan pemberontak Suriah tengah mencari posisi di sela-sela bangunan di kota Aleppo. Pasukan pemberontak FSA mengancam akan membalas serangan Hezbollah yang menembaki posisi mereka di Provinsi Homs.
EditorErvan Hardoko
DAMASKUS, KOMPAS.com — Pasukan Tentara Pembebasan Suriah (FSA), Jumat (21/6/2013), menerima sistem roket antiserangan udara buatan Rusia. Demikian dikatakan sumber yang terpercaya kepada Al Arabiya.

Sebelumnya, Komandan FSA Salim Idriss, seperti dikutip Reuters, mengatakan pasukan oposisi menerima persenjataan yang bisa mengubah perimbangan kekuatan di medan tempur.

Komandan FSA berulang kali meminta bantuan persenjataan dari komunitas internasional. Dalam wawancara dengan Al Arabiya, Idriss mengatakan oposisi hanya butuh waktu enam bulan untuk menggulingkan rezim Suriah jika AS mempersenjatai mereka.

"Jika kami mendapatkan bantuan senjata, kami bisa terus bertempur untuk waktu yang lama. Namun jika kami mendapatkan pelatihan, senjata, dan teroganisasi dengan baik, saya kira kami hanya butuh enam bulan untuk menggulingkan rezim," kata Idriss.

Sementara itu, kordinator media dan politik FSA Louay Almokdad kepada AFP membenarkan pasukan oposisi sudah mendapatkan bantuan militer.

"Kami memperoleh sejumlah senjata jenis baru, termasuk beberapa senjata yang kami minta dan yang kami yakini bisa mengubah jalannya pertempuran," kata Almokdad.

"Kami sudah mendistribusikan senjata itu ke garis depan. Senjata baru itu akan berada di bawah pengawasan perwira profesional dan pejuang FSA," tambah dia.

Meski Almokdad tidak menyebut pihak yang membantu FSA, Almokdad menegaskan senjata itu hanya akan digunakan untuk menggulingkan rezim Bashar al-Assad.

"Senjata-senjata itu akan dikumpulkan kembali setelah rezim Assad jatuh. Kami sudah membuat komitmen dengan saudara-saudara kami," dia menegaskan.



Sumber Al Arabiya
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X