Kompas.com - 21/06/2013, 17:11 WIB
Sejumlah warga Kuwait membakar foto pemimpin Hezbollah, Hassan Nasrallah dalam aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Lebanon di Kuwait. YASSER AL-ZAYYAT / AFPSejumlah warga Kuwait membakar foto pemimpin Hezbollah, Hassan Nasrallah dalam aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Lebanon di Kuwait.
EditorErvan Hardoko
BEIRUT, KOMPAS.com — Warga Lebanon yang tinggal di negara-negara Teluk khawatir mereka akan menjadi sasaran kemarahan akibat dukungan Hezbollah kepada rezim Presiden Bashar al-Assad di Suriah.

Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) belum lama ini mengeluarkan pernyataan bahwa organisasi itu akan melakukan sejumlah langkah menghadapi kelompok yang loyal terhadap organisasi Syiah Lebanon, Hezbollah.

"GCC akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan terhadap mereka yang berafiliasi dengan Hezbollah dan tinggal di negara anggota GCC. Langkah ini akan terkait tempat tinggal mereka serta transaksi bisnis dan keuangan mereka," demikian pernyataan GCC.

Berdasarkan laporan AFP, sebanyak 18 warga pelarian Lebanon di Qatar menuruti peringatan GCC itu.

AFP juga melaporkan banyak warga Syiah, bahkan mereka yang tak sejalan dengan Hezbollah, khawatir akan menjadi korban keputusan GCC, meski GCC menjamin peringatan itu hanya menargetkan pendukung Hezbollah.

"Sebagai umat Syiah, saya datang ke sini (Qatar) karena situasi buruk di negeri saya (Lebanon). Saya kabur karena Hezbollah mencengkeram masyarakat saya," kata Ali, seorang warga Syiah Lebanon yang tinggal di Qatar.

"Tidak semua warga Syiah mendukung Hezbollah," tambah Ali kepada AFP.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut harian terbitan Lebanon, An-Nahar, sekitar 360.000 warga Lebanon bekerja di negara-negara Teluk, dan mereka menghasilkan devisa sebesar 4 miliar dollar AS setiap tahunnya.

Sementara itu, kabar soal deportasi dan ditolaknya perpanjangan izin tinggal warga Lebanon di negara-negara GCC menjadi pembicaraan hangat di Lebanon. Sejumlah laporan bahkan mengklaim puluhan orang Lebanon dipaksa meninggalkan negara-negara Teluk.

Komunitas warga Lebanon di Arab Saudi mengatakan, setidaknya 10 warga Lebanon, tak semuanya Syiah, dideportasi Pemerintah Saudi.

Duta Besar Arab Saudi untuk Lebanon, Ali Awwad Asiri, mengatakan, langkah GCC hanya menargetkan pendukung Hezbollah, tetapi bukan hanya warga Syiah.

"Semua orang yang tinggal di Arab Saudi dan menghormati hukum negeri kami, juga akan mendapat penghormatan kami. Namun, siapa pun yang melanggar hukum akan menghadapi sanksi GCC," kata Asiri kepada salah satu stasiun televisi Lebanon.

Negara-negara Teluk mengecam keterlibatan Hezbollah dalam konflik bersenjata di Suriah, yang menurut PBB sudah menewaskan lebih dari 93.000 orang sejak konflik pecah pada Maret 2011.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.