Aksi Unjuk Rasa di Brasil Semakin Memburuk

Kompas.com - 21/06/2013, 16:00 WIB
Polisi menembak seorang pengunjuk rasa di Rio de Janeiro menggunakan peluru karet. Aksi unjuk rasa terbesar di Brasil dalam 20 tahun terakhir ini semakin memburuk meski pemerintah Brasil sudah menurunkan tarif angkutan publik yang sempat dinaikkan. CHRISTOPHE SIMON / AFPPolisi menembak seorang pengunjuk rasa di Rio de Janeiro menggunakan peluru karet. Aksi unjuk rasa terbesar di Brasil dalam 20 tahun terakhir ini semakin memburuk meski pemerintah Brasil sudah menurunkan tarif angkutan publik yang sempat dinaikkan.
EditorErvan Hardoko


BRASILIA, KOMPAS.com
 — Aksi protes antipemerintah di Brasil diwarnai bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi.

Kerumunan orang melakukan unjuk rasa di Rio de Janeiro dan polisi menggunakan gas air mata untuk melawan aksi demonstran di luar balai kota.

Di kota Salvador, polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan massa menjelang pertandingan bola internasional yang berlangsung di sana.

Protes yang menentang praktik korupsi, problem layanan publik, dan isu lain ini membuat presiden membatalkan kunjungannya ke luar negeri.

Presiden Dilma Rousseff sebelumnya berencana untuk melakukan kunjungan ke Jepang pekan depan. Penundaan itu mengindikasikan seberapa gentingnya situasi di dalam negeri. Demikian disampaikan wartawan BBC di Sao Paulo, Gary Duffy.

Anggota dari Gerakan Akses Bebas di Sao Paulo yang selalu berkampanye tentang perbaikan transportasi publik mengatakan akan turun ke jalan untuk "merayakan" pembatalan kenaikan tarif traspnortasi publik.

Protes—yang awalnya dipicu oleh kenaikan tarif transportasi publik pada 2 Juni lalu—telah meluas menjadi gerakan yang lebih luas.

Pengunjuk rasa merasa marah dengan masalah korupsi dan buruknya transportasi publik serta mahalnya biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk penyelenggaraan Piala Dunia 2014. Pengunjuk rasa mengatakan, pemerintah juga harus berinvestasi pada pendidikan dan kesehatan.

Barikade

Di Salvador, pada Kamis (20/6/2013), terjadi bentrokan ketika pengunjuk rasa mencoba untuk menerobos barikade polisi dekat stadion tempat berlangsungnya pertandingan Piala Konfederasi antara Nigeria dan Uruguay.

Sementara itu, massa telah mengadakan reli di pusat kota Rio de Janeiro, dekat Gereja Candelaria dan balai kota.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X