Kompas.com - 20/06/2013, 19:57 WIB
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Uni Eropa (UE) ternyata gagal mencapai kata sepakat dalam konsensus untuk memasukkan Hezbollah ke dalam daftar teroris. Lantaran hal itu, Israel, melalui Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melayangkan nota protes.

"Andai Hezbollah bukan organisasi teroris, saya tak tahu apakah organisasi teroris itu,"kata Netanyahu sebelum bertemu dengan Ketua Urusan Luar Negeri UE Catherine Ashton di Jerusalem sebagaimana warta AP.


Menurut Netanyahu, Hezbollah melakukan pembantaian di seluruh dunia. Kini, Hezbollah melakukan hal sama di Suriah. "Mereka melakukan pembunuhan di Bulgaria dan Siprus,"kata Netanyahu berang.

UE, kemarin, melakukan putaran kedua pembicaraan di Brussels, Belgia untuk membicarakan soal Hezbollah. Pembicaraan tertunda karena belum ada kata sepakat. Kini, cuma Inggris dan Belanda di UE yang memasukkan Hezbollah ke dalam daftar teroris.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.