Agung Laksono: Singapura Berlaku seperti Anak Kecil Terkait Asap

Kompas.com - 20/06/2013, 14:27 WIB
Kabut asap menghalangi sinar matahari di atas hotel-hotel di Marina Bay Sands dan pusat bisnis di Singapura, Rabu (19/6). AFPKabut asap menghalangi sinar matahari di atas hotel-hotel di Marina Bay Sands dan pusat bisnis di Singapura, Rabu (19/6).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com  — Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengecam Singapura terkait persoalan kabut asap yang menyelimuti negara kota itu beberapa hari terakhir. Harian Straits Times dalam situs webnya, Kamis (20/6/2013), mengutip Agung yang mengatakan, "Singapura jangan seperti anak-anak, dalam kegelisahan seperti ini."

Agung mengatakan dalam sebuah konferensi pers pada Kamis, "warga negara Indonesia juga perlu ditangani, ada ratusan. (Bencara) itu bukan sesuatu yang Indonesia inginkan, itu peristiwa alam."

Agung mengatakan kepada wartawan bahwa Singapura tidak ribut ketika menikmati udara segar, tapi mengeluh kalau ada kabut asap yang terjadi sesekali.

Agung membantah kritikan bahwa Indonesia belum meratifikasi kesepakatan ASEAN tentang pencemaran kabut asap lintas batas tersebut. "Singapura seperti itu. Masalah perbatasan belum beres, begitu juga dengan masalah ekstradisi dan korupsi."

Kamis pagi, ia memimpin pertemuan dengan menteri luar negeri, menteri kehutanan, dan menteri lingkungan hidup terkait perkembangan masalah kabut yang telah menyelimuti sebagian besar Provinsi Riau itu. Agung mengatakan, penyemaian awan untuk menginduksi hujan akan dilakukan sesegera mungkin. Garam sudah siap, pesawat juga sudah di tempat, tapi harus ada awan, kata dia.

"Kebakaran itu tidak selalu di (terjadi) atas tanah," katanya. "Sebagian besar berada di bawah permukaan (tanah)."

Lahan seluas 850 ha telah terbakar dalam beberapa hari terakhir, dan para petugas telah memadamkan api di lahan 650 ha, jelas Agung. Pemerintah juga sedang menyelidiki sejumlah perusahaan yang bertanggung jawab atas kasus itu.

Ia mengatakan, jika ada perusahaan yang terlibat, beberapa dari perusahaan itu dimiliki oleh orang Indonesia, Malaysia, dan Singapura. "Kami akan mengambil tindakan jika mereka ditemukan bertanggung jawab."

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X