Kompas.com - 20/06/2013, 00:50 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

BUDAPEST, KOMPAS.com — Gedung Parlemen Hongaria di Budapest, Rabu (19/6/2013), dikosongkan setelah ditemukan sebuah bom yang diduga peninggalan Perang Dunia II. Bom ini ditemukan saat penggalian untuk pembangunan tempat parkir bawah tanah di dekat Gedung Parlemen.

Kantor berita AFP melaporkan, bagian sisi utara Gedung Parlemen dan gedung di sekitarnya, termasuk Museum Etnografi, harus dikosongkan dari para penghuninya setelah pekerja bangunan menemukan sebuah bom ukuran besar. Bom ini seberat 100 kilogram dan diduga milik Uni Soviet (kini Rusia).

Juru bicara militer Hongaria menyebutkan, bom ini segera diamankan dan militer mencoba menjinakkannya. Bom ini diduga berasal dari serangan udara AU Soviet ketika aksi pengeboman di atas wilayah pendudukan Nazi Jerman, termasuk di wilayah ibu kota Budapest.

Aksi pengeboman tersebut terjadi pada bulan-bulan menjelang berakhirnya Perang Dunia II. Selain Uni Soviet, militer AS dan Inggris juga melakukan serangan bom dengan melakukan 37 penerbangan pengeboman ke Budapest.

Banyak dari bom itu gagal meledak, kemudian terbenam dalam lumpur dan tanah. Bom baru ditemukan saat dilakukan penggalian pembangunan gedung.

Sejak 2008, sudah dilakukan 11 kali evakuasi penghuni gedung dan rumah di Budapest karena ditemukan bom peninggalan Perang Dunia II yang tidak meledak. Pada Mei 2013, sebuah bom yang gagal meledak milik Soviet ditemukan di dekat fondasi gedung Citi Hall Budapest.

Masih pada Mei 2013, juga ditemukan bom seberat 70 kilogram milik Jerman dari era Perang Dunia II yang tak meledak di dekat distrik kastil yang banyak dikunjungi turis, tak jauh dari Istana Kerajaan di Budapest.

Selain itu, pada Oktober 2012, sebuah bom seberat 500 kilogram buatan AS ditemukan di Sungai Danube, di dekat jembatan kereta api di utara kota Budapest. Semua bom ini berhasil dijinakkan tanpa menimbulkan kerugian atau korban cedera.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.