Korea Utara Bantah Kim Jong Un Sebarkan Ideologi Nazi

Kompas.com - 19/06/2013, 22:05 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bersama sejumlah petinggi militer menyaksikan latihan pasukan payung Angkatan Udara Korea Utara pada 23 Februari 2013. KNS / KCNA / AFPPemimpin Korea Utara Kim Jong Un bersama sejumlah petinggi militer menyaksikan latihan pasukan payung Angkatan Udara Korea Utara pada 23 Februari 2013.
EditorErvan Hardoko

PYONGYANG, KOMPAS.com — Pemerintah Korea Utara, Rabu (19/6/2013), membantah keras laporan yang menyebutkan pemimpin negeri itu, Kim Jong Un, memberikan memoar Hitler kepada para pejabat pemerintahnya.

Sebuah situs yang dikelola oleh para pembangkang Korea Utara mengatakan, para pejabat senior mendapat hadiah Mein Kampf pada hari ulang tahun Kim Jong Un pada Januari lalu.

Situs internet New Focus International menulis laporan itu dengan mengutip nama seorang pejabat Korea Utara di China yang tidak disebutkan namanya.

"Menyebut Hilter berhasil membangun kembali Jerman dalam waktu singkat setelah kekalahan di Perang Dunia I, Kim Jong Un mengeluarkan perintah agar Third Reich (atau Nazi Jerman) dipelajari secara mendalam dan meminta agar diambil aplikasi praktisnya," begitulah kutipan yang dimuat situs tersebut.

Pemimpin Nazi, Adolf Hitler, menulis Mein Kampf pada tahun 1924 ketika dia masih di penjara tentang masa-masa awal kehidupannnya dan pandangannya yang rasialis.

Kisah hidupnya itu sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dengan judul My Struggle atau 'Perjuanganku'. 

Ancaman fisik

Namun, Kementerian Keamanan Rakyat Korea Utara —yang bertanggung jawab atas keamanan negara— membantah keras dan mengecam para pembangkang tersebut sebagai "sampah manusia" serta mengancam akan membunuh mereka.

"Kementerian bertekad untuk secara fisik menyingkirkan umat manusia yang tercela yang terlibat dalam pengkhianatan itu."

Pernyataan itu menambahkan bahwa pembelot dari Korea Utara telah dimanfaatkan Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Diperkirakan sekitar 20.000 warga Korea Utara membelot ke Selatan sejak tahun 1950-an.

Korea Utara dan Selatan secara teori masih berada dalam keadaan perang karena hanya menandatangani gencatan senjata setelah berakhirnya perang 1950-1953 dan bukan traktat perdamaian.

 

 

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X