Kompas.com - 19/06/2013, 16:52 WIB
EditorErvan Hardoko

BANGKOK, KOMPAS.com — Kepolisian Thailand, Rabu (19/6/2013), mengatakan telah menahan dua orang biksu yang memaksa seorang bocah laki-laki berusia 14 tahun untuk melakukan hubungan seks dengan seorang kepala biara.

Kedua biksu itu, yang menyangkat tuduhan polisi, terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara jika tudingan ini terbukti. Demikian Kolonel Wirachon Bunthawi dari Kepolisian Chiang Mai menjelaskan.

"Kepala biara masih berada di biaranya dan kami menunggu surat perintah penahanan," kata Wirachon.

Berdasarkan pengakuan korban dan seorang pengemudi, kedua biksu yang berusia 20 dan 23 tahun itu, membawa korban bertemu kepala biara di sebuah biara yang terletak di distrik Chiang Dao, Provinsi Chiang Mai.

"Pertemuan ini sudah beberapa kali terjadi sejak Februari," kata Wirachon mengutip keterangan saksi.

Kasus ini muncul di tengah kontroversi video yang diunggah di situs YouTube yang menampilkan tiga orang biksu terbang menggunakan sebuah pesawat jet pribadi, mengenakan headphone dan kacamata hitam. Mereka juga terlihat menenteng tas mahal bermerek Louis Vuitton.

Video itu memicu perdebatan terkait sumpah para biksu yang seharusnya menjalani hidup sederhana dan tak mengejar harta benda, kecuali beberapa lembar jubah.

Sejumlah media massa Thailand kerap menampilkan berita skandal yang melibatkan para biksu ini, mulai dari konsumsi obat terlarang, minum minuman keras, berjudi, hingga menyewa PSK.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.