Kasus Snowden Tak Akan Cegah AS Tekan China soal Peretasan

Kompas.com - 19/06/2013, 08:04 WIB
EditorEgidius Patnistik

KOMPAS.com — Pembocoran program pengintaian sangat rahasia Amerika baru-baru ini, untuk sementara waktu, mungkin menguntungkan China. Namun menurut para analis, hal ini tidak akan mengubah sikap Amerika untuk lebih menekan China guna menghentikan peretasan dunia maya terhadap target-target di Amerika.

Pembocoran informasi oleh mantan analis CIA, Edward Snowden, terjadi pada saat yang menguntungkan bagi China, yaitu hanya beberapa hari sebelum Presiden Amerika Barack Obama menjadi tuan rumah bagi mitranya dari China, Presiden Xi Jinping, dalam KTT, yang dalam hal ini peretasan dunia maya oleh China menjadi salah satu isu penting.

Dokumen-dokumen asli yang dibocorkan oleh Snowden itu hanya sedikit berkenaan dengan China dan merinci program-program pengintaian rahasia di dalam negeri oleh Badan Keamanan Nasional Amerika NSA, yang dalam hal ini pihak berwenang mengumpulkan dan memantau rekaman telepon dan penggunaan internet.

Akan tetapi, pembocoran berikutnya oleh Snowden—yang telah melarikan diri ke Hongkong agar tidak ditangkap—mengungkapkan bahwa NSA secara diam-diam telah memata-matai target-target di China selama bertahun-tahun. Tuduhan ini memicu kemarahan media yang dikontrol Pemerintah China.

Partai Komunis China yang menguasai surat kabar Global Times, Senin, menerbitkan sebuah editorial, menyerukan kepada Hongkong—sebuah wilayah semi-otonom yang berdaulat di China—supaya tidak mengekstradisi Snowden dan memujinya sebagai pahlawan yang menyingkap "pelanggaran hak-hak sipil" oleh Pemerintah Amerika Serikat.

The Global Times, yang kerap menyatakan sudut pandang resmi Pemerintah China, juga menyerukan kepada pejabat-pejabat China untuk bertemu langsung dengan Snowden guna memperoleh lebih banyak informasi inteljen yang dapat digunakan dalam perundingan-perundingan berikutnya dengan Amerika.

Komentar-komentar seperti itu mengisyaratkan bahwa China bisa menggunakan Snowden untuk menangkis tekanan diplomatik Amerika dalam meminta pertanggungjawaban China atas serangkaian upaya peretasan dunia maya tingkat tinggi yang berasal dari China.

Namun, belum ada bukti bahwa Snowden telah memberikan secara langsung informasi intelijen yang sensitif kepada pejabat-pejabat China. Dalam tanya jawab dengan surat kabar The Guardian hari Senin, Snowden menyangkal melakukan kontak apa pun dengan Pemerintah China.

Kepastian semacam itu hanya sedikit menenangkan para pejabat inteljen Amerika yang merasa khawatir karena Snowden telah berjanji untuk mengungkap lebih banyak informasi dalam beberapa hari mendatang.

Kebocoran itu mungkin telah mempermalukan Amerika dan semakin menyulitkan Presiden Obama untuk menyampaikan isu serangan dunia maya dalam perundingannya dengan Presiden Xi Jinping, seperti disampaikan Steven Lewis, seorang pakar tentang China di Universitas Rice, Houston. Meseki demikian, ia mengatakan bahwa Amerika Serikat mungkin akan mengungkit lagi isu ini di masa depan.

Baca tentang
    Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kerusuhan India: Kisah Pria yang Dipukuli karena Berjenggot dan Pakai Gamis

    Kerusuhan India: Kisah Pria yang Dipukuli karena Berjenggot dan Pakai Gamis

    Internasional
    Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

    Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

    Internasional
    Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

    Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

    Internasional
    Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

    Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

    Internasional
    23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

    23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

    Internasional
    Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

    Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

    Internasional
    Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

    Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

    Internasional
    Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

    Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

    Internasional
    Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

    Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

    Internasional
    Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

    Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

    Internasional
    Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

    Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

    Internasional
    Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk 'Wuhannya Italia', di Tengah Wabah Virus Corona

    Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk "Wuhannya Italia", di Tengah Wabah Virus Corona

    Internasional
    Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

    Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

    Internasional
    Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

    Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

    Internasional
    Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

    Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X