Kompas.com - 18/06/2013, 21:38 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

KOLOKA, KOMPAS.com — Pascabanjir dadakan yang melanda Kelurahan Balandeta, Kolaka, Sulawesi Tenggara, muncul permasalahan yang sangat besar bagi para warga korban bencana. Selain merelakan harta benda dan rumah mereka rata dengan tanah, warga yang ingin menyelamatkan harta benda pun mengalami kesulitan.

Pasalnya, hingga sore tadi, lumpur setinggi lebih dari 30 sentimeter masih mengepung kawasan permukiman warga di bantaran Sungai Balandete. Tebalnya endapan lumpur mempersulit pencarian harta benda. Dengan cara bergotong royong, endapan lumpur tersebut dibuang ke dataran sekitar lokasi, dengan harapan dapat mempermudah proses pencarian harta benda.

Warga pun bergegas membersihkan endapan lumpur karena khawatir dini hari nanti banjir kembali tiba-tiba datang. "Mumpung ada kesempatan dan airnya sudah mulai surut kita berusaha saja untuk mencari harta benda. Siapa tahu masih ada yang bisa kami temukan. Kami juga tidak terlalu jauh mencari, paling di dekat rumah saja. Sebenarnya mencari sisa harta benda ada ketakutan juga, tiba-tiba saja banjir susulan datang kan bisa menghantam kami lagi. Tapi kita tetap memanfaatkan waktu yang ada," kata Mardin, warga sekitar, Selasa malam (18/6/2013).

"Ada beberapa rumah yang sedikit tinggi dan airnya sudah mulai surut jadi dibersihkan saja Pak. Jadi memang ada beberapa warga yang masih bisa temukan sebagian perabot rumahnya. Seperti kompor dan beberapa lemari pakaian," tambah Mardin.

Sebelumnya diberitakan, di tempat tersebut ada sekitar 30 rumah yang terletak di bantaran Sungai Balandete terendam banjir setinggi sekitar lima meter. Bahkan, sebagian rumah warga rusak parah, rata dengan tanah akibat terjangan arus sungai yang meluap. Bencana ini terjadi saat siang tadi, saat Kolaka dilanda hujan sekitar satu jam.

Derasnya hujan mengakibatkan bendungan sungai jebol, akibat tidak bisa menahan debit air yang datang dari hulu sungai. Belum ada data resmi hingga saat ini tentang korban jiwa dan maupun korban luka-luka. Namun, dapat dipastikan kerugian secara material mencapai ratusan juta rupiah. Sebab, selain rumah dan perabot rumah yang habis, di hulu sungai juga terdapat sekitar 10 kendaran bermotor petani hanyut terseret arus sungai. Bahkan kebun kakao yang siap panen pun rusak parah. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.