Kompas.com - 18/06/2013, 08:41 WIB
|
EditorEgidius Patnistik

LONDON, KOMPAS.COM - Edward Snowden, pembocor badan keamanan nasional Amerika (NSA), membela pengungkapannya mengenai program rahasia intelijen badan tersebut dalam sebuah percakapan jagat maya dengan surat kabar The Guardian yang terbit di Inggris. "Saya hanya bisa bilang sekarang pemerintah Amerika tak mungkin menutup-nutupi hal ini dengan memenjarakan atau membunuh saya. Kebenaran akan terungkap dan tak dapat ditutupi," tuturnya.

Snowden juga menganjurkan orang-orang yang dalam posisi mampu membocorkan dokumen untuk tampil. "Buat negeri ini (Amerika), kematian adalah harga yang pantas".

Dia menambahkan pemerintah Amerika "akan segera dan sudah bisa diperkirakan menutup semua kemungkinan pengadilan yang adil," dengan menyebut dirinya pengkhianat dan menambahkan bahwa dia tak akan balik ke Amerika atas kemauan sendiri.

Ditanya tentang respons Google dan Facebook terhadap pengungkapan program pengumpulan data internet PRIMS, Snowden mengatakan "penyangkalan mereka telah direvisi beberapa kali sehingga semakin jelas mereka bohong . . . untuk pertama kalinya kita akan melihat lebih banyak hal dengan lebih transparan dan lebih banyak detil tentang program-program ini."

Snowden menambahkan lebih banyak informasi akan keluar mengenai "akses langsung" NSA terhadap telepon.

Pemimpin-pemimpin Kongres Amerika telah menyebut Snowden pengkhianat karena membocorkan program pemantauan rahasia NSA dua minggu lalu melalui surat kabar The Guardian dan The Washington Post. Program NSA mengumpulkan data telepon dan internet dari jutaan rakyat Amerika dalam upaya melawan terorisme. Snowden mengungkapkan cakupan program pengumpulan data tersebut yang mengejutkan banyak orang Amerika dan memancing debat tentang seberapa besar ruang pribadi orang boleh dimasuki pemerintah atas nama keamanan nasional.

"Bodohlah kita kalau membiarkan diri sendiri ditahan dan dituduh kriminal bila kita dapat berbuat lebih banyak di luar penjara daripada di dalam penjara," tuturnya.            

Dalam sebuah jawaban yang diunggah, Snowden manepis tuduhan mantan persiden Amerika Dick Cheney yang dalam wawancara dengan Fox News Sunday hari Minggu (16/6/2013) menyebut Snowden pengkhianat. Cheney mengulangi tuduhan ketua Komisi Intelijen Senat, Dianne Feinstein dari Partai Demokrat. "Tuduhan pengkhianat dari seorang Dick Cheney adalah penghormatan tertinggi bagi seorang Amerika, dan lebih banyak reaksi panik dari orang semacam Feinstein . . . lebih baik." 

"Dialah (Cheney) yang merencanakan pemantauan rahasia tanpa pemberitahuan yang merupakan semacam pemanasan buat sebuah konflik yang direkayasa dengan penuh tipuan yang membunuh lebih dari 4.400 orang dan membuat cacat hampir 32.000 orang Amerika, dan membunuh 100.000 orang Irak," tambahnya merujuk invasi Amerika terhadap Irak.

Surat kabar Guardian mengumumkan di situsnya untuk mengadakan obrolan online dengan Snowden yang bersembunyi di Hong Kong dipandu oleh wartawan Glenn Greenwald.

Associated Press tidak dapat memastikan apakah betul Snowden yang menjawab ke 19 pertanyaan yang muncul di situs tersebut, demikian News Limited melaporkan Selasa (18/6/2013).  

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.