Rusia Ancam Gunakan Hak Veto Lagi

Kompas.com - 18/06/2013, 02:23 WIB
Editor

MoskWA, Senin - Pemerintah Rusia berbeda pendapat dengan rencana Amerika Serikat terkait krisis di Suriah. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Alexander Lukashevich, Senin (17/6), di Moskwa, menegaskan, Rusia menolak zona larangan terbang di wilayah Suriah. Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Rusia menurut dia akan menggunakan hak veto untuk menolak rencana itu.

”Saya pikir, kita secara fundamental tidak akan membiarkan skenario itu,” kata Lukashevich. Menurut dia, penetapan zona larangan terbang di Suriah tidak menghormati hukum internasional.

Sebelumnya, di London, Presiden Rusia Vladimir Putin juga menekankan sikap Rusia tentang Suriah. Ia menolak tuduhan AS dan pihak Barat yang menyebut pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad telah menggunakan senjata kimia. Sebaliknya, ia menyebut para musuh Assad sebagai kaum kanibal yang memakan organ tubuh prajurit musuh.

”Apakah ini orang yang ingin Anda dukung? Apakah mereka ini yang akan Anda pasok dengan senjata?” tanya Putin seusai pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron.

Sikap itu dikemukakan Putin menyikapi rencana AS memberi dukungan militer kepada kelompok oposisi di Suriah. Presiden AS Barack Obama dikabarkan akan menggunakan ajang KTT G-8 di Irlandia Utara untuk meyakinkan Putin agar membawa Assad ke meja perundingan.

Sebagaimana diketahui, dalam konflik di Suriah, posisi AS dan Rusia berseberangan. Rusia mendukung rezim Assad, sementara AS dan sekutu-sekutunya cenderung mendukung kelompok oposisi.

PM Cameron mengakui adanya jurang pendapat dengan Presiden Putin tentang Suriah. Namun, ia yakin semua perbedaan itu bisa disingkirkan jika semua pihak memiliki tujuan yang sama, yakni mengakhiri konflik, mencegah Suriah terpecah belah, dan membiarkan rakyat Suriah menentukan sendiri siapa yang akan memerintah mereka.

”Kami (Inggris) belum membuat keputusan untuk memberikan senjata kepada oposisi Suriah, tetapi apa yang kita perlu lakukan adalah membawa persoalan itu ke konferensi perdamaian,” kata Cameron.

Setelah bertemu Cameron di London, Minggu, Putin menegaskan bahwa Moskwa telah mematuhi hukum internasional ketika memasok senjata kepada rezim Assad dan menuntut negara-negara Barat mempertimbangkan hal yang sama saat hendak mempersenjatai pemberontak.

”Kami tidak melanggar aturan dan norma-norma dan kami menyerukan kepada semua mitra kami untuk bertindak dengan cara yang sama,” kata Putin.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.