Pengadilan Kriminal Iran Panggil Mahmoud Ahmadinejad

Kompas.com - 17/06/2013, 20:44 WIB
EditorErvan Hardoko

TEHERAN, KOMPAS.com — Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad yang segera mengakhiri masa jabatannya, Senin (17/6/2013), diperintahkan menghadiri sidang pengadilan kriminal terkait gugatan yang diajukan rivalnya dari kelompok konservatif.

Surat panggilan sidang itu diterbitkan pengadilan Teheran, menyusul gugatan yang diajukan ketua parlemen Ali Larijani.

Surat panggilan itu tidak merinci gugatan Larijani, dan hanya mengatakan Ahmadinejad akan menghadapi tuntutan yang belum disebutkan pada November.

Sejauh ini, Ahmadinejad yang akan lengser dari jabatannya pada Agustus mendatang, belum memberikan komentar terkait pemanggilannya ini.

Panggilan pengadilan ini bisa menjadi masalah untuk Ahmadinejad, setelah menerima dukungan besar dari Ayatollah Ali Khamenei untuk membubarkan unjuk rasa yang menentang hasil Pilpres 2009 yang kembali dimenangkannya.

Pada Februari lalu, Ahmadinejad mencoba menyerang Larijani di parlemen. Saat berpidato di parlemen, Ahmadinejad memainkan rekaman pembicaraan saudara laki-laki Larijani yang menurut Ahmadinejad membuktikan korupsi yang dilakukan keluarga Larijani.

Namun, serangan Ahmadinejad itu gagal karena kualitas rekaman yang buruk sehingga pembicaraan di dalamnya tak terdengar jelas. Akhirnya, Larijani mengusir Ahmadinejad dari gedung parlemen.

Meski demikian, Ahmadinejad mengatakan dia memiliki bukti kuat tindak pidana korupsi yang dilakukan sejumlah tokoh ternama Iran. Dia akan merilis bukti-bukti itu jika merasa keselamatan dirinya terancam.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X